Nilai merupakan pertimbangan manfaat dan pengorbanan. Pengertian
tentang nilai pelanggan sangat luas dan berbeda – beda tergantung dari sisi
mana kita melihatnya. Menurut Robbins (2003) yang mendeskripsikan bahwa
persepsi merupakan kesan yang di peroleh individu melalui pnca indra
kemudian di analisa (diorganisir), di intepretasi dan kemudian di evaluasi,
sehingga individu tersebut memperoleh makna. Makna yang diperoleh
konsumen akan mempengaruhi persepsi / penilaian konsumen terhadap suatu
produk. Persepsi nilai tidak bisa hanya menjadi penentu penting dalam
menjaga hubungan pelanggan dalam jangka panjang, tetapi juga memainkan
peran penting dalam mempengaruhi niat pembelian Zhuang et al (2010).
Menurut Kotler and Keller (2009) menyatakan persepsi nilai pelanggan
(Customer Perceived Value) ialah selisih antara penilaian pelanggan prospektif
atas semua manfaat dan biaya dari suatu penawaran terhadap alternatif.
Konsumen akan membeli produk atau jasa dari siapa saja yang menawarkan
pemberian nilai yang dianggap paling tinggi Kotler and Keller (2009).
Pelanggan yang mempunyai sifat selektif dalam membeli suatu produk akan
lebih memilih produk yang mempunyai nilai tinggi dimata konsumen. Produk
yang mempunyai nilai tinggi merupakan penilaian dari masing – masing
konsumen yang dilakukan dengan cara yang konsumen lakukan, aspek – aspek
penilaian yang berbeda – beda membuat penilaian yang di berikan konsumen
juga berbeda – beda
