Pengertian Keputusan Pembelian


Kotler dan Keller (2012), mendiskripsikan mengenai keputusan
pembelian yang merupakan pengalaman konsumen dalam hal pembelajaran,
pemilihan, penggunaan dan bahkan pembuangan suatu produk. Dalam proses
pembelian, konsumen tidak hanya membeli dan meilih produk yang mereka
inginkan. Keputusan pembelian adalah membeli merek yang paling disukai dari
berbagai alternatif yang ada. Kemudian menurut Djatmiko dan Pradana (2016),
keputusan pembelian adalah keputusan akhir konsumen dalam membeli produk
yang terbentuk dari serangkaian kegiatan atau perilaku sebelum pembelian.
Aghekyan-Simonian et. al. (2012), menjelaskan lebih lanjut mengenai
serangkaian kegiatan tersebut, dimulai dari mengidentifikasi beberapa alternatif
dan diakhiri dengan memilih alternatif tersebut secara spesifik yang akan
ditindaklanjuti untuk mengurangi berbagai persepsi risiko.
Macias dan Cervino (2017), menjelaskan tentang perbedaan konsep
minat beli dan keputusan pembelian. Meskipun ingin membeli produk,
konsumen tidak selalu bisa mengaktualisasikan pembelian akhir karena
beberapa faktor, yaitu seperti melemahnya finansial, sulitnya akses menuju
tempat membeli produk, dan kurangnya keterampilan yang dimiliki untuk
membandingkan beberapa alternatif. Keputusan pembelian dapat dipengaruhi
oleh karakteristik personal, seperti usia, tahap hidup, gaya hidup, pekerjaan,
dan kepribadian (Papafotikas et. al, 2014). Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa perbedaan konsep minat beli dan keputusan pembelian adalah, bahwa
keputusan pembelian sebagai aktualisasi dari minat beli dipengaruhi oleh
faktor-faktor individu yang terdapat pada masing-masing konsumen.
Sedangkan keputusan pembelian adalah keputusan untuk membeli merek yang
paling disukai, tetapi dua faktor bisa berada antara niat pembalian dan
keputusan pembelian.
Papafotikas et. al (2014) mengemukakan bahwa keputusan pembelian
juga dipengaruhi oleh karakteristik personal, seperti usia, tahap hidup, gaya
hidup, pekerjaan, dan kepribadian. Dapat disimpulkan dengan jelas perbedaan
konsep minat beli dan keputusan pembelian, bahwa keputusan pembelian
sebagai aktualisasi dari minat beli dipengaruhi oleh faktor – faktor individual
yang terdapat pada masing – masing konsumen yang beragam. Sedangkan
menurut Kotler dan Armstrong (2012), keputusan pembelian adalah membeli
merek yang paling disukai, tetapi dua faktor bisa berada antara niat pembelian
dan keputusan pembelian.