Karateristik Inovasi


Cepat atau lambat penerimaan inovasi oleh masyarakat sangan tergantung
pada karakteristik inovasi itu sendiri. Karakteristik inovasi yang mempengaruhi cepat
lambat penerimaan informasi Everett M. Rogers (2003), sebagai berikut:

  1. Keunggulan relatif (relative advantage) – Keunggulan relatif yaitu sejauh mana
    inovasi dianggap menguntungkan bagi penerimanya. Tingkat keuntungan atau
    kemanfaatan suatu inovasi dapat di ukur berdasarkan nilai ekonominya, atau dari
    faktor status sosial, kesenangan, kepuasan, atau karena mempunyai komponen yang
    sangat penting. Makin menguntungkan bagi penerima makin cepat tersebarnya
    inovasi.
  2. Kompatibilitas (compatibility) – Kompatibel ialah tingkat kesesuaian inovasi
    dengan nilai, pengalaman lalu, dan kebutuhan dari penerima. Inovasi yang tidak
    sesuai dengan nilai atau norma yang diyakini oleh penerima tidak akan diterima
    secepat inovasi yang sesuai dengan norma yang ada di masyarakat.
  3. Kerumitan (complexity) – Kompleksitas ialah, tingkat kesukaran untuk memahami
    dan menggunakan inovasi bagi penerima. Suatu inovasi yang mudah dimengerti dan
    mudah digunakan oleh penerima akan cepat tersebar, sedangkan inovasi yang sukar
    dimengerti atau sukar digunakan oleh penerima akan lambat proses penyebarannya.
  4. Kemampuan diujicobakan (triability) – Kemampuan untuk diujicobakan adalah di
    mana suatu inovasi dapat dicoba atau tidaknya suatu inovasi oleh penerima. Jadi agar
    dapat dengan cepat di adopsi, suatu inovasi harus mampu mengemukakan
    keunggulanya.
  5. Kemampuan untuk diamati (observability) – Yang dimaksud dengan dapat diamati
    ialah mudah atau tidaknya pengamatan suatu hasil inovasi. Suatu inovasi yang
    hasilnya mudah diamati akan makin cepat diterima oleh masyarakat, dan sebaliknya
    bila sukar diamati hasilnya, akan lama diterima oleh masyarakat.