Menurut Swastha dan Irawan (2012), dalam praktek promosi
dapat dilakukan dengan mendasarkan pada tujuan-tujuan berikut ini:
1) Modifikasi tingkah laku: Orang-orang yang melakukan komunikasi
itu mempunyai beberapa alasan, antara lain: mencari kesenangan,
mencari bantuan, memberikan pertolongan / instruksi, memberikan
informasi, mengemukakan ide dan pendapat.
2) Memberitahu: Kegiatan promosi itu dapat ditujukan untuk
memberitahu pasar yang dituju tentang penawaran perusahaan.
Sebagian orang tidak akan membeli barang / jasa sebelum mereka
mengetahui produk tersebut dan apa faedahnya.
3) Membujuk: Promosi ini bersifat membujuk (persuasif) umumnya
kurang disenangi oleh sebagian masyarakat. Namun kenyataannya
sekarang ini justru yang banyak muncul adalah promosi bersifat
persuasif. Promosi demikian ini terutama diarahkan untuk
mendorong pembelian.
4) Mengingatkan: Promosi yang bersifat mengingatkan dilakukan
terutama untuk mempertahankan merek produk di hati masyarakat
dan perlu dilakukan selama tahap kedewasaan di dalam siklus
kehidupan produk. Ini berarti pula perusahaan berusaha untuk
paling tidak mempertahankan pembeli yang ada
