Model Kualitas Jasa


Menurut Parasuraman dalam Etta Mamang Sangadji (2013: 101)
menyatakan bahwa model kualitas jasa di identifikasi lima gap yang
menyebabkan kegagalan penyampaian jasa. Kelima gap tersebut adalah:

  1. Gap antara harapan konsumen dan persepsi manajemen, yaitu adanya
    peredaan antara penilaian pelayanan menurut pengguna jasa dan persepsi
    manajemen mengenai harapan pengguna jasa.
  2. Gap antara persepsi manajemen terhadap harapan konsumen dan
    spesifikasi kualitas jasa. Kesenjangan terjadi antara lain karena tidak
    memadainya komitmen manajemen terhadap kualitas jasa, persepsi
    mengenai ketidaklayakan, tdak memadainya standardisasi tugas, dan tidak
    adanya penyusunan tujuan.
  3. Gap antara spesifikasi kualitas jasa dan penyampaian jasa (service
    delievery). Kesenjangan ini terutama disebabkan oleh faktor-faktor
    berikut:
    a) Ambiguitas pesan, yaitu sejauh mana pegawai dapat melakukan
    tugas sesuai dengan harapan manajer dan tetap bisa memuaskan
    pelanggan
    b) Konflik pesan, yaitu sejauh mana pegawai meyakini bahwa
    mereka tidak memuaskan semua pihak.
    c) Kesesuaian pegawai dengan tugas yang harus dikerjakannya.
    d) Kesesuaian teknologi yang digunakan pegawai.
    e) Sistem pengendalian dari atasan, yaitu tidak memadainay sistem
    penilaian dan sistem imbalan.
    f) Kontrol yang dirasakan (perceived control), yaittu sejauh mana
    pegawai merasakan kebebasan atau fleksibilitas untuk
    menentukan cara pelayanan.
    g) Kerja tim (team work), yaittu sejauh mana pegawai dan
    manajemen merumuskan tujuan untuk memuaskan pelanggan
    secara bersama-sama dan terpadu.
  4. Gap antara penyampaian jasa dan komunikasi eksternal. Ekspektasi
    pelanggan atas kualitas pelayanan dipengaruhi oleh pernyataan yang di
    buat oleh perusahaan mengenai komunikasi pemasaran.
  5. Gap antara jasa yang dirasakan dan jasa yang diharapkan, yaitu adanya
    perbedaan persepsi antara jasa yang dirasakan dan yang diharapkan oleh
    pelanggan. Jika keduanya terbukti sama, perusahaan akan memperoleh itra
    dan dampak positif.