Faktor-faktor Pengendalian Kualitas


Tentu dalam penerapannya terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi pengendalian kualitas yang dilakukan oleh perusahaan.
Pengawasan kualitas yang terlalu ketat mengakibatkan pengawasan
kualitas serta biaya produksi menjadi lebih tinggi. Menurut Montgomery
(2001) dalam Bakhtiar (2013) mengemukakan beberapa faktor yang
mempengaruhi proses pengendalian kualitas yang diterapkan oleh
perusahaan, sebagai berikut:
a. Kemampuan proses. Batasan yang perlu dicapai harus sesuai dengan
kemampuan proses yang ada. Tidak ada gunanya bila mengendalikan
suatu proses melebihi kemampuan atau kesanggupan proses yang ada.
b. Spesifikasi yang berlaku. Hasil produksi yang ingin dicapai harus
sesuai dengan segi kemampuan proses dan keinginan serta kebutuhan
konsumen. Dapat dipastikan terlebih dahulu apakah spesifikasi
tersebut dapat berlaku sebelum proses pengendalian kualitas tersebut
dimulai.
c. Tingkat ketidaksesuaian yang dapat diterima. Tujuan dilakukan
proses pengendalian adalah untuk mengurangi produksi yang berada
di bawah standar menjadi seminimal mungkin. Tingkat pengendalian
yang diberlakukan tergantung pada banyaknya produksi yang berada
di bawah standar.
d. Biaya kualitas. Biaaya kualitas sangat mempengaruhi tingkat
pengendalian dalam menghasilkan produk dimana biaya mempunyai
hubungan yang positif dengan terciptanya produk yang berkualitas.
Sumber biaya kualitas baik dari dalam maupun luar perusahaan
memiliki 4 kelompok, diantaranya:
1) Biaya pencegahan. Biaya yang terjadi untuk dilakukannya
identifikasi dan menghilangkan penyebab kerusakkan agar tidak
terulang kembali kesalahan yang serupa dalam setiap produk atau
jasa. Beberapa biaya pencegahan, diantaranya:
a) Biaya perencanaan kualitas (quality planning)
b) Biaya pemasaran dan pelanggan
c) Biaya pengembangan desain produk dan jasa pelayanan
d) Biaya pembelian
e) Biaya kualitas administrasi
f) Biaya program perbaikan kualitas
2) Biaya Inspeksi/Deteksi (inspection/detection cost category). Biaya
yang digunakan untuk menentukan produk atau jasa sesuai dengan
standar kualitas yang telah ditentukan.
3) Biaya kegagalan internal (internal failure cost category). Biaya
yang terjadi karena adanya ketidaksesuaian produk atau jasa yang
dihasilkan dengan standar yang telah ditentukan dan terdeteksi
sebelum produk sampai ke tangan konsumen.
4) Biaya kegagalan eksternal (external failure cost category). Biaya
yang terjadi karena produk atau jasa gagal memenuhi persyaratan
yang telah ditentukan dan diketahui setelah produk sampai ke
tangan konsumen.