Menurut Swastha dan Irawan dalam Fure (2012:275) minat beli berhubungan dengan perasaan dan emosi, bila seseorang merasa senang dan puas dalam membeli barang atau jasa maka hal itu akan memperkuat minat beli, ketidakpuasan biasanya menghilangkan minat. Minat beli yang ada dalam diri konsumen merupakan fenomena yang sangat penting dalam kegiatan pemasaran, minat beli merupakan suatu perilaku konsumen yang melandaskan suatu keputusan pembelian yang hendak dilakukannya. Ali Hasan (2014:173) menyatakan bahwa minat beli merupakan sesuatu yang berhubungan dengan rencana konsumen untuk membeli produk tertentu serta berapa banyak unit produk yang dibutuhkan pada periode unit tertentu. dapat dikatakan bahwa minat beli merupakan pernyataan mental dadri diri konsumen yang merefleksikan rencana pembalian sejumlah produk dengan merek tertentu. Hal ini sangat diperlukan oleh seorang pemasar untuk mengetahui minat beli konsumen terhadap suatu produk, baik para pemasar maupun para ahli ekonomi mengginakan fariabel minat untuk memprediksikan perilaku konsumen dimasa datang. Menurut Staton (1984:163) mengatakan ada 6 proses tahapan yang dilakukan oleh konsumen ketika membuat keputusan pembelian, 6 proses itu adalah: Pengenalan kebutuhan yang belum terpuaskan Identifikasi berbagai alternatif untuk memperoleh kepuasan Evaluasi berbagai alternatif Keputusan beli (purchase decisions) Perilaku purna-beli (postpurchase behavior) |
