Dalam penelitian Djati (2008:25) dalam Titisari (2014:6) “Organizational
Citizenship Behavior adalah perilaku karyawan yang tidak nampak baik terhadap
rekan kerja maupun terhadap perusahaan, dimana perilaku tersebut melebihi dari
perilaku standar yang ditetapkan perusahaan dan memberikan manfaat bagi
perusahaan. Organ (1999) dalam Titisari (2014:6) memberikan definisi sedikit
berbeda, yaitu Organizational Citizenship Behavior merupakan perilaku karyawan
perusahaan yang ditunjukkan untuk meningkatkan efektifitas kinerja perusahaan
tanpa mengabaikan tujuan produktivitas individual karyawan.
Stamper dan Dyne (2001) dalam Titisari (2014:7) mengemukakan bahwa
kemauan karyawan untuk menunjukkan perilaku atau peran yang melebihi
permintaan perusahaan ditentukan oleh dua faktor yaitu:
1) Persepsi manajerial dan karyawan tentang kinerja dan tanggung jawab
karyawan yang sering tidak sama.
2) Persepsi karyawan akan tanggung jawab dan kinerja mereka ditentukan oleh
kepuasan kerja mereka.
