Tingkatan Komitmen Organisasional


Meyer dan Allen, (1991 dalam Soekidjan, 2009) membagi komitmen
organisasional menjadi tiga macam atas dasar sumbernya:
a) Affective Commitment, berkaitan dengan keinginan secara emosional
terikat dengan organisasi, identifikasi serta keterlibatan berdasarkan atas
nilai-nilai yang sama.
b) Continuance Commitment, komitmen didasari oleh kesadaran akan biayabiaya yang akan ditanggung jika tidak bergabung dengan organisasi.
Disini juga didasari oleh tidak adanya alternative lain.
c) Normative Commitment, komitmen berdasarkan perasaan wajib sebagai
anggota atau karyawan untuk tetap tinggal karena perasaan hutang budi.
Disini juga terjadi internalisasi norma-norma.
Kanter (1986) dalam Nimran dan Amirullah (2011:38) juga mengemukakan 3
bentuk komitmen organisasional sebagai berikut:
a) Continuance Commitment (komitmen berkesinambungan) , yaitu
komitmen yang berhubungan dengan dedikasi anggota dalam
melangsungkan kehidupan organisasi dan menghasilkan orang yang mau
berkorban dan berinvestasi pada organisasi.
b) Cohesion Commitment (komitmen terpadu), yaitu komitmen anggota
terhadap organisasi sebagai akibat adanya hubungan sosial dengan anggota
lain didalam organisasi. Ini terjadi karena karyawan percaya bahwa
norma-norma yang dianut organisasi merupakan norma-norma yang
bermanfaat.
c) Control Commitment (komitmen terkontrol), yaitu komitmen anggota pada
norma organisasi yang memberikan perilaku kearah yang diinginkannya.
Norma-norma yang dimiliki organisasi sesuai dan mampu memberikan
sumbangan terhadap perilaku yang diinginkannya.