Pengertian Kepuasaan Kerja


Perusahaan yang siap bersaing harus memiliki manajemen yang efektif.
Mempunyai tujuan untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam manajemen yang
efektif maka memerlukan dukungan dari karyawan yang berkompeten
dibidangnya. Pembinaan para karyawan merupakan hal yang harus diperhatikan
sebagai aset utama perusahaan, karena didalam hal ini loyalitas karyawan yang
berkompeten harus diperhatikan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi
loyalitas karyawan adalah kepuasan kerja karyawan.
Kepuasan kerja adalah salah satu faktor penting dalam suatu perusahaan,
kepuasan kerja diukur dari bagaimana perusahaan memperlakukan setiap
karyawannya. Menurut (Handoko, 2001), “kepuasan kerja merupakan suatu sikap
emosional dari karyawan yang memandang pekerjaannya secara menyenangkan
atau tidak menyenangkan”. Sedangkan pendapat lain dikemukakan oleh
(Koesmono, 2005), “kepuasan kerja merupakan penilaian, perasaan atau sikap
karyawan terhadap pekerjaannya yang berhubungan dengan lingkungan kerja,
jenis pekerjaan, kompensasi, hubungan antar teman kerja, hubungan sosial
ditempat kerja dan sebagainya”. Dapat disimpulkan dari penjelasan diatas bahwa
kepuasan kerja adalah suatu sikap dari seorang karyawan yang menggambarkan
sikap terpenuhinya beberapa keinginan dan kebutuhan mereka melalui kegiatan
kerja atau bekerja.
Kepuasan kerja sangat diperlukan bagi karyawan karena adanya kepuasan
kerja maka karyawan akan lebih meningkatkan produktifitas. Adanya
ketidakpuasaan kerja diantara karyawan dapat menimbulkan hal-hal yang
merugikan perusahaaan maupun bagi karyawan itu sendiri. (Wexley & Yukl,
2005) mengemukakan tiga teori tentang kepuasan kerja yaitu sebagai berikut :

  1. Teori Ketidaksesuaian
    Seseorang akan merasakan kepuasan kerja apabila jika tidak ada perbedaan
    antara kenyataan harusnya dirasakan, jika kebutuhannya telah terpenuhi di
    atas batas minimal maka seseorang akan merasa lebih puas. Sebaliknya jika
    batas minimal kebutuhan tidak tercukupi maka seorang karyawan akan
    merasakan ketidakpuasan kerja.
  2. Teori Keadilan
    Seeorang karyawan merasan puasa atau tidak puasa tergantung jika mereka
    merasakan adanya keadilan (equity) atau mengalami situasi yang tidak
    sesuai dalam pekerjaan. Perasaan adil atau tidak adil didipatkan dengan cara
    membandingkan dirinya dengan orang lain yang mempunyai nilai sekelas,
    jabatan sama serta masa kerja sama. Jika perbandingan itu dirasakan cukup
    adil maka ia merasa puas.
  3. Teori dua faktor
    Pada dasarnya kepuasan kerja dan ketidakpuasan kerja merupakan dua hal
    yang berbeda. Menurut teori ini kepuasan dan ketidakpuasan bukan baarti
    suatu titik yang berlawanan dengan satu titik netral pada pusatnya, seperti
    pandangan teori sikap kerja konvensional, tetapi mempunyai dua titik yang
    berbeda.