Budaya organisasi mengacu ke suatu sistem bermakna bersama yang
dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi dari organisasiorganisasi lainnya (Robbins, 2006). Sistem tersebut disusun oleh 7 indikator
primer dari budaya organisasi. Tujuh indikator tersebut yaitu:
- Inovasi dan pengambilan resiko (innovation and risk taking)
Dimana keyakinan seseorang karyawan mempunyai sikap inovatif dan
berani mempunyai sifat inovatif serta berani mengambil resiko untuk hal
yang bari. Selain itu organisasi akan menghargai pengambila resiko oleh
karyawan dan membangkitkan ide opini untuk karyawan. - Perhatian terhadap detail (attention to detail)
Sejauh mana organisasi mengharapka karyawan menunjukkan untuk
kecermatan (precision), teliti, analisis dan perhatian terhadap apa yang di
kerjakan dengan mengikuti SOP yang ada. - Orientasi hasil (outcome orientation)
Sejauh mana manajemen mefokuskan perhatihannya terhadap hasil
bukan pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil
tersebut. - Orientasi orang (people orientation)
Sejauh mana manajemen memperhitungkan keputusannya yang
berdampak pada hasil karyawan didalam organisasi tersebut. - Orientasi tim (team orientation)
Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan dalam tim, bukan pada
individu. Orientasi tim merupakan bentuk kerja dalam kelompok yang harus
diorganisasi dan dikelola dengan baik. - Keagresifan (aggressiveness)
Aktivitas dimana seorang mencapai tujuan kerja dengan cara bersaing
dengan orang lain atau kelompok, dengan cara bekerja sama atau kompetisi
tergantung dari struktur reward dalam suatu organisasi. - Kemantapan atau stabilitas (stability)
Dimana Organisasi mempertahankan budaya organisasi yang sudah
berjalan dengan baik. Maka akan menjadi gambaran dasar untuk dijadikan
pemahaman bersama yang dimiliki oleh setiap para anggota mengenai
organisasi tersebut, dan mengetahui cara menyelesaikan urusan di
dalamnya, dan cara para anggota lainnya berperilaku.
