Jared M. Carman (Hendarita, TT: 5), menyebutkan lima kunci sukses dalam
mengembangkan Blended learning. Lima kunci tersebut memberikan gambaran
bagaimana guru dapat sukses menggunakan blended learning dalam rangka
meningkatkan kualitas pembelajaran. Adapun ke-5 kunci tersebut tersebut adalah:
a. Live Event
Pembelajaran langsung atau tatap muka secara sinkronous dalam waktu dan
tempat yang sama ataupun waktu sama tapi tempat berbeda.
Guru akan sukses dalam meningkatkan pembelajaran dengan blended
learning jika guru dapat melakukan sinkronisasi antara pembelajaran tatap muka
dan pembelajaran virtual dalam waktu dan tempat yang sama secara langsung di
kelas (live classroom) ataupun dalam waktu sama tetapi tempat berbeda (virtual
classroom) yang dirancang dengan baik untuk untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
b. Self-Paced Learning
Mengkombinasikan dengan pembelajaran mandiri (self-paced learning)
yang memungkinkan peserta didik belajar kapan saja, dimana saja secara online.
Guru akan sukses dalam meningkatkan pembelajaran dengan blended learning
jika guru dapat melakukan pengkombinasian pembelajaran tatap muka dan
pembelajaran mandiri (self-paced learning) baik dalam bentuk textbased maupun
multimedia-based (video, animasi, simulasi, gambar, audio, atau kombinasi dari
media tersebut) yang dapat diakses secara online (via web atau via mobile dovice
dalam aplikasi: streaming audio, streaming video, e-book, yang dapat diakses oleh
siswa kapan saja dan di mana saja, untuk diakses secara offline dalam bentuk CD,
dan cetak.
c. Collaboration
Mengkombinasikan kolaborasi, baik kolaborasi pendidik peserta didik
maupun kolaborasi antar peserta didik. Guru akan sukses dalam meningkatkan
pembelajaran dengan blended learning jika guru dapat membangun kaloborasi
yang baik antara guru dan siswa dalam satu sekolah atau antara guru dan siswa
dari berbagai sekolah lain melalui tool-tool komunikasi yang dibangun dalam
bentuk chatroom, forum diskusi, email, website/ webblog, mobile phone, atau WA,
untuk pendalaman materi, pemecahan masalah atau tugas projek. Dengan
kolaborasi ini, wawasan keilmuan siswa akan semakin luas karena melibatkan
berbagai pihak dengan beragam sumber belajar.
d. Assessment
Pendidik harus mampu meramu kombinasi jenis assessmen online dan
offline baik yang bersifat tes maupun non-tes (proyek kelas). Guru akan sukses
dalam meningkatkan pembelajaran dengan blended learning jika guru dapat
mengngombinasikan beberapa jenis assessmen bersifat tes atau non-tes, atau tes
otentik (authentic assessment) dalam bentuk projek ataupun produk yang dapat
dilaksanakan baik secara online atau offline sehingga assessmen yang diikuti
siswa menjadi lebih fleksibel.
e. Performance Support Materials
Pastikan bahan belajar disiapkan dalam bentuk digital, dapat diakses oleh
peserta didik baik secara offline maupun online. Guru akan sukses dalam
meningkatkan pembelajaran dengan blended learning jika guru dapat menyususn
pembelajaran secara digital, baik model offline (dalam bentuk CD, MP3, dan
DVD) maupun online melalui website) dan semua perangkat pembelajaran telah
terinstal dengan baik.
