Blended learning dapat meningkatkan hasil belajar sama dengan atau lebih
tinggi dari mahasiswa yang belajar secara konvensional atau sepenuhnya online,
meskipun tingkat keberhasilan bervariasi antara disiplin ilmu Heinze (Rachman
dkk, 2019: 147).
Blended learning dikenal dengan konsep pembelajaran hiprida yang
memadukan pembelajaran tatap muka, online dan offline namun akhir ini berubah
menjadi blended learning. Blended artinya campuran atau kombinasi sedangkan
learning adalah pembelajaran. Pendapat pula dinyatakan oleh Graham
bahwasannya blended learning merupakan perpaduan atau kombinasi dari
berbagai pembelajaran yaitu mengkombinasikan pembelajaran tatap muka (face to
face) dengan konsep pembelajaran tradisional yang sering dilakukan oleh praktisi
pendidikan dengan melalui penyampaian materi langsung pada siswa dengan
pembelajaran online dan offline yang menekankan pada pemanfaatan teknologi
Antony (Abdullah, 2018: 859).
Menurut Musa blended learning adalah mengkombinasikan pembelajaran
yakni pembelajaran E-learning atau online dengan pembelajaran tatap muka (face
to face). Dengan pembelajaran online yang mana memanfaatkan jaringan internet
yang di dalamnya terdiri pembelajaran berbasis web. Blended learning ini
merupakan perpaduan dari pengembangan teknologi berbasis multimedia, CD
ROM, video streaming, email, voice mail dll dengan menggabungkan
pembelajaran tatap muka dikelas. Pembelajaran tatap muka memberi kesempatan
pada siswa untuk menanyakan hal ataupun permasalahan yang berkaitan materi
yang diajarkan oleh guru Rusman dkk (Abdullah, 2018: 859).
Model pembelajaran blended learning mengembangkan,
mentransformasikan struktur, metode pengajaran dan pembelajaran. Dengan kata
lain, blended learning mengoptimalkan integrasi pembelajaran online dan
pembelajaran offline atau tatap muka sehingga diperoleh metode pembelajaran
yang efektif (Ayala (Fahrudin, 2020: 10)). Melalui model pembelajaran ini siswa
mengidentifikasi topik, merencanakan kegiatan secara mandiri dengan petunjuk
yang diberikan guru (online), melakukan kegiatan diskusi mandiri dan
memperoleh kesimpulan dari kegiatan diskusi yang selanjutnya akan
dipresentasikan, serta mengkritisi hasil diskusi dan presentasi (offline) sebagai
bentuk evaluasi mandiri dan konfirmasi (Fahrudin, 2020: 10). Model
pembelajaran blended learning memberikan kesempatan siswa untuk belajar
mandiri dengan melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaranya (Bower (Fahrudin, 2020: 10)).
Menurut Harding, Kaczynski dan Wood (Onta, 2018: 2) Blended Learning
merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran
tradisional tatap muka dan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan sumber
belajar online dan beragam pilihan komunikasi yang dapat digunakan oleh guru
dan siswa. Pelaksanaan model ini memungkinkan penggunaan sumber online,
terutama yang berbasis web, tanpa meninggalkan kegiatan tatap muka. Dengan
pelaksanaan blended learning ini, pembelajaran berlangsung lebih bermakna
karena keragaman sumber belajar yang mungkin diperoleh.
