Faktor-faktor yang mempengaruhi Keputusan Pembelian


Menurut Kotler dan Armstrong (2014:159-174) keputusan
pembelian konsumen dipengaruhi oleh empat faktor, diantaranya sebagai
berikut :

  1. Faktor budaya
    Budaya, sub budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi perilaku
    pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku paling
    dasar. Anak-anak yang sedang dalam pertumbuhan akan mendapatkan
    seperangkat nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku dari keluarga dan
    lembaga-lembaga penting lainnya. Sub budaya terdiri dari sejumlah sub
    budaya yang lebih identifikasi dan sosialisasi khusus bagi para anggotanya
    seperti kebangsaan, agama, kelompok, ras, dan wilayah geografis
  2. Faktor sosial
    a. Kelompok acuan
    Kelompok acuan dalam perilaku pembelian konsumen dapat
    diartikan sebagai kelompok yang yang dapat memberikan pengaruh secara
    langsung atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang
    tersebut. Kelompok ini biasanya disebut dengan kelompok keanggotaan,
    yaitu sebuah kelompok yang dapat memberikan pengaruh secara langsung
    terhadap seseorang. Adapun anggota kelompok ini biasanya merupakan
    anggota dari kelompok primer seperti keluarga, teman, tetangga dan rekan
    kerja yang berinteraksi dengan secara langsung dan terus menerus dalam
    keadaan yang informal. Tidak hanya kelompok primer, kelompok
    sekunder yang biasanya terdiri dari kelompok keagamaan, profesi dan
    asosiasi perdagangan juga dapat disebut sebagai kelompok keanggotaan.
    b. Keluarga
    Sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak dapat
    mempengaruhi konsumsi produk atau jasa yang akan dibeli. Setiap
    anggota keluarga saling mempengaruhi dalam mengambil keputusan
    pembelian, dan tentu akan sangat mempengaruhi seseorang dalam
    mengambil keputusan membeli.
    c. Peran dan Status
    Hal selanjutnya yang dapat menjadi faktor sosial yang dapat
    mempengaruhi perilaku pembelian seseorang adalah peran dan status
    mereka di dalam masyarakat. Semakin tinggi peran seseorang didalam
    sebuah organisasi maka akan semakin tinggi pula status mereka dalam
    organisasi tersebut dan secara langsung dapat berdampak pada perilaku
    pembeliannya.
  3. Pribadi
    a. Usia dan Siklus Hidup Keluarga
    Orang membeli barang dan jasa yang berbeda-beda sepanjang
    hidupnya yang dimana setiap kegiatan konsumsi ini dipengaruhi oleh
    siklus hidup keluarga.
    b. Pekerjaan dan lingkungan ekonomi
    Pekerjaan dan lingkungan ekonomi seseorang dapat mempengaruhi
    pola konsumsinya. Contohnya, direktur perusahaan akan membeli pakaian
    yang mahal, perjalanan dengan pesawat udara, keanggotaan di klub
    khusus, dan membeli mobil mewah. Selain itu, biasanya pemilihan produk
    juga dilakukan berdasarkan oleh keadaan ekonomi seseorang seperti
    besaran penghasilan yang dimiliki, jumlah tabungan, utang dan sikap
    terhadap belanja atau menabung.
    c. Gaya hidup
    Gaya hidup dapat di artikan sebagai sebuah pola hidup seseorang
    yang terungkap dalam aktivitas, minat dan opininya yang terbentuk
    melalui sebuah kelas sosial, dan pekerjaan. Tetapi, kelas sosial dan
    pekerjaan yang sama tidak menjamin munculnya sebuah gaya hidup yang
    sama. Melihat hal ini sebagai sebuah peluang dalam kegiatan pemasaran,
    banyak pemasar yang mengarahkan merek mereka kepada gaya hidup
    seseorang.
    d. Kepribadian
    Setiap orang memiliki berbagai macam karateristik kepribadian
    yang bebeda-beda yang dapat mempengaruhi aktivitas kegiatan
    pembeliannya. Kepribadian merupakan ciri bawaan psikologis manusia
    yang berbeda yang menghasilkan sebuah tanggapan relatif konsiten dan
    bertahan lama terhadap rangsangan lingkungannya. Kepribadian biasanya
    digambarkan dengan menggunakan ciri bawaan seperti kepercayaan diri,
    dominasi, kemampuan bersosialisasi, pertahanan diri dan kemapuan
    beradaptsi.
  4. Psikologis
    a. Motivasi
    Merupakan suatu kebutuhan yang cukup untuk mendorong
    seseorang untuk bertindak, jika suatu pengaruh tidak disertai oleh motivasi
    kuat dalam membeli maka pembelian itu tidak akan terjadi dalam tanda
    kutip sebagai angan-angan saja, seseorang memiliki banyak kebutuhan
    pada waktu-waktu tertentu. Beberapa dari kebutuhan tersebut ada yang
    muncul dari tekanan biologis seperti lapar, haus, dan rasa
    ketidaknyamanan. Sedangkan beberapa kebutuhan yang lainnya dapat
    bersifat psikogenesis, yaitu kebutuhan yang berasal dari tekanan
    psikologis seperti kebutuhan akan pengakuan, penghargaan atau rasa
    keanggotaan kelompok.
    b. Persepsi
    Persepsi dapat diartikan sebagai sebuah proses yang digunakan
    individu untuk memilih, mengorganisasi masukan informasi guna
    menciptakan sebuah gambaran (Bernard Barelson, dalam Kotler
    2003:217). Persepsi tidak hanya bergantung pada rangsangan fisik tetapi
    juga pada rangsangan yang berhubungan dengan lingkungan sekitar dan
    keadaan individu yang bersangkutan