Menurut Maslow dalam Robbins (2015) indikator yang digunakan untuk
mengukur motivasi kerja seseorang adalah:
- Kebutuhan Fisiologis (Phsiological Needs)
Karyawan adalah manusia yang mana memiliki kebutuhan mendasar untuk
dapat menjalani kehidupannya. Kebutuhan mendasar ini contohnya makanan,
minuman serta tempat tinggal. - Kebutuhan Rasa Aman (Safety Needs)
Seorang karyawan dalam menjalankan pekerjaannya, tentunya selalu merasa
khawatir dengan apa yang sedang dikerjakan. Untuk itu manajer diharapkan
memberikan perhatian kepada bawahannya berupa perlindungan agar merasa
aman dan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. - Kebutuhan Sosial (Social Needs)
Kebutuhan ini tidak kalah pentingnya dengan dua kebutuhan sebelumnya.
Seperti yang kita ketahui, manusia adalah makhluk sosial yang tidak lepas dari
aktivitasnya bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Kebutuhan ini dalam
arti sosial seperti diterima di lingkungan tempat dia bekerja, mendapat
perhatian dari karyawan lain dan orang lain dan lainnya. - Kebutuhan akan Penghargaan (Esteem Needs)
Seorang karyawan dalam melakukan pekerjaan tentunya ingin hasil kerjanya
diberikan penghargaan atas kerja kerasnya. Dalam hal ini penghargaan yang
dapat diberikan dapat berupa gaji dan kenaikan jabatan. - Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self Actualization Needs)
Karyawan dalam melakukan pekerjaannya pastinya ingin mengembangkan
potensi yang ada pada diri sendiri. Dalam memenuhi kebutuhan ini, manajer
harus memberikan pelatihan kerja guna meningkatkan kemampuan karyawan
dalam bekerja.
