Border and Boundary Theory


Teori batas berawal dari karya sosiologis, Nippert-Eng (1996) dalam Khateeb,
(2021: 30) di mana ia menggambarkan bagaimana orang berusaha menemukan dan
menetapkan makna untuk bekerja dan pulang serta memudahkan transisi antara
keduanya. Teori batas mengemukakan bahwa ada batasan psikologis, fisik
dan/atau perilaku yang ada antara aspek kerja dan non-kerja kehidupan individu
yang menguraikan kedua domain tersebut sebagai berbeda dan berbeda satu sama
lain (Allen, Cho, & Meier, 2014).
Selanjutnya, teori tersebut menyatakan bahwa kemudahan dan batasan di mana
orang beralih antara kehidupan keluarga dan kehidupan kerja dapat memengaruhi
tingkat sintesis dan mengatur kemudahan konversi antara dua domain. Selain itu,
bahwa domain terkait erat dengan tingkat konflik juga