Variabel-Variabel Kepuasan Kerja


Anwar Prabu Mangkunegara (2007:117-119) dalam Arif Yusuf Hamali
S.S., M.M (2018:203) mengemukakan bahwa kepuasan kerja berhubungan
dengan variabel-variabel seperti :

  1. Perpindahan Karyawan (Turnover)
    Kepuasan kerja lebih tinggi dihubungkan dengan turnover
    karyawan yang rendah, sedangkan karyawan yang kurang puas
    biasanya turnover-nya lebih tinggi.
  2. Tingkat Ketidakhadiran (absen) kerja
    Karyawan yang kurang puas cenderung tingkat ketidak
    hadirannya (absensi) tinggi. Karyawan sering tidak hadir kerja dengan
    alasan yang tidak logis dan subjektif.
  3. Umur
    Ada kecenderungan karyawan yang tua lebih merasa puasa
    daripada karyawan yang berumur relatif muda. Hal ini asumsikan
    bahwa karyawan yang tua lebih berpengalaman menyesuaikan diri
    dengan lingkungan pekerjaan, sedangkan karyawan usia muda biasanya
    mempunyai harapan yang karyawan usia muda biasanya mempunyai
    harapan yang ideal tentang dunia kerjanya, sehingga apabila antara
    harapannya dengan realita kerja terdapat kesenjangan atau ketidak
    seimbangan dapat menyebabkan karyawan menjadi jadi tidak puas.
  4. Tingkat Pekerjaan
    Karyawan yang menduduki tingkat pekerjan yang lebih tinggi
    cenderung lebih puas dari pada karyawan yang menduduki tingkat
    pekerjaan yang lebih rendah. Karyawan yang tingkat pekerjaaannya
    lebih tingg menunjukkan kemampuan kerja yang baik dan aktif dalam
    mengemukakan ide-ide serta kreatif dalam bekerja.
  5. Ukuran Organisai Perusahaan
    Ukuran organisasi perusahaan dapat memengaruhi kepuasan
    karyawan, hal ini karena besar kecil perusahaan berhubungan pula
    koordinasi, komunikasi, dan partisipasi karyawan.