Teori motivasi gratifikasi didasarkan pada kebutuhan individu dan
faktor gratifikasi yang membuat orang ingin melakukan suatu kegiatan atau
pekerjaan. Teori ini berusaha untuk mengetahui kebutuhan mana yang
terpenuhi dan mana yang dapat mendongkrak semangat kerja seseorang.
Semakin tinggi tingkat kebutuhan dan kepuasannya, semakin besar kemauan
seseorang untuk bekerja. Teori ini menunjukkan bahwa orang bertindak dan
bekerja dengan rajin untuk memenuhi kebutuhan mereka. Karyawan
dimotivasi oleh kepuasan kebutuhan berwujud dan tidak berwujud dan
kepuasan yang mereka terima sebagai imbalan atas layanan yang mereka
berikan kepada perusahaan. Semangat dan kinerja karyawan meningkat
ketika kebutuhan terpenuhi (Hasibuan 2019:152).
Menurut para ahli yang menjelaskan tentang motivasi, ada berbagai
macam teori motivasi, antara lain:
(1) Teori Kebutuhan McClelland
David McClelland dalam Mangkunegara (2017:97) menyatakan
bahwa terdapat tiga macam kebutuhan manusia yaitu sebagai berikut :
(a) Need for Achievement, artinya, kebutuhan untuk berprestasi
mencerminkan kesediaan untuk mengambil tanggung jawab untuk
pemecahan masalah. Karyawan yang baik cenderung mengambil
risiko. Kebutuhan kinerja adalah keinginan untuk melakukan
pekerjaan yang lebih baik atau berkinerja lebih baik dari
sebelumnya.
(b) Need for Affiliation, yaitu, dorongan untuk berinteraksi dengan
orang lain, untuk bersama orang lain, dan untuk menghindari
melakukan hal-hal yang akan merugikan orang lain.
(c) Need for Power, yaitu kebutuhan akan kekuasaan yang
mencerminkan dorongan untuk mendapatkan otoritas untuk
mempengaruhi orang lain.
(2) Teori ERG (Existence, Related, Growth)
Terdapat tiga dasar kelompok kebutuhan manusia berdasarkan
pendapat Clayton Alderfer dalam Mangkunegara (2017:98), yaitu
sebagai berikut:
(a) Existence Needs. Kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari
eksistensi pegawai, seperti makan, minum, pakaian, bernapas, gaji,
keamanan kondisi kerja dan fringe benefits.
(b) Relatedness needs. Kebutuhan interpersonal, yaitu kepuasan dalam
berinteraksi dalam lingkungan kerja.
(c) Growth needs. Kebutuhan untuk mengembangkan dan
meningkatkan pribadi. Hal ini berhubungan dengan kemampuan
dan kecakapan pegawai.
(3) Teori Motivasi Klasik
Frederick Winslow menjelaskan bahwa orang pada umumnya mau
bekerja keras untuk mendapatkan kebutuhan fisik/biologisnya berupa
uang atau barang dari pekerjaan. Konsep dasar teori ini adalah Orang
bekerja lebih keras ketika menerima imbalan materi atas pekerjaannya.
Manajer menentukan bagaimana tugas dilakukan dengan
menggunakan sistem insentif untuk memotivasi karyawan. Semakin
tinggi kinerja, semakin besar insentif yang mereka terima. Karyawan
hanya dapat dimotivasi oleh penghargaan materi, dan ketika
penghargaan meningkat, semangat untuk bekerja meningkat.
