Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan indikator motivasi dari
teori Abraham Maslow. Teori hierarki kebutuhan berdasarkan pendapat
Abraham Maslow dalam Anwar Mangkunegara (2018) adalah:
(1) Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan untuk mempertahankan hidup.
Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan makanan, minuman,
perlindungan fisik, dan tempat tinggal. Dalam hal ini, kepala harus
membayar karyawannya gaji yang layak.
(2) Kebutuhan rasa aman, yaitu kebutuhan perlindungan dari ancaman,
bahaya dan lingkungan kerja. Dalam hubungan dengan kebutuhan ini
pemimpin perlu memberikan tunjangan kesehatan asuransi kecelakaan
dan dana pensiun.
(3) Kebutuhan sosial, yaitu kebutuhan untuk diterima dalam kelompok,
unit kerja berafiliasi dan berinteraksi. Dalam hubungan dengan
kebutuhan ini, pemimpin perlu menerima eksistensi/keberadaan
pegawai sebagai anggota kelompok kerja, melakukan interaksi kerja
yang baik, dan hubungan kerja yang harmonis.
(4) Kebutuhan penghargaan atau harga diri, yaitu kebutuhan untuk
dihormati dan menghormati, dihargai oleh orang lain. Dalam hubungan
dengan kebutuhan ini, pemimpin perlu tidak boleh sewenang-wenang
memperlakukan pegawai karena mereka perlu dihormati, diberi
penghargaan terhadap prestasi kerjanya.
(5) Kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk mengembangkan diri
dan potensi diri, kebutuhan untuk mengungkapkan gagasan, kebutuhan
untuk membuat penilaian dan kritik, kebutuhan untuk bertindak.
Berkenaan dengan kebutuhan ini, karyawan harus diberi kesempatan
untuk secara memadai dan adil mewujudkan dirinya di dalam
perusahaan.
