Jenis – jenis Beban Kerja


Beban kerja tersebut dihasilkan dari interaksi antara tuntutan tugas,
lingkungan kerja yang digunakan sebagai tempat kerja, keterampilan pekerja,
perilaku, dan persepsi. Beban kerja juga dapat didefinisikan secara
operasional oleh berbagai faktor (Tarwaka dalam Synthia Wijaya 2019).
Dari definisi di atas, beban kerja adalah tingkat kompetensi yang
diperlukan seorang pekerja individu untuk melakukan tugas yang diberikan
kepadanya, diukur dengan jumlah pekerjaan yang harus dilakukan, batas
jam/waktu yang dimiliki pekerja. Pendapat subjektif individu tentang sudut
pandang pekerja, pekerjaan yang diberikan kepadanya, dalam kinerja
pekerjaan mereka.
(1) Beban Kerja Berlebih Kuantitatif
Beban kerja yang berlebihan terutama terkait dengan tekanan waktu.
Setiap tugas diharapkan dapat diselesaikan secepat, akurat, dan hatihati mungkin. Dalam situasi ini, Anda harus bekerja melawan waktu.
Tenggat waktu dapat memotivasi sampai batas tertentu. Namun, ketika
tekanan waktu melebihi kapasitas individu, banyak kesalahan dapat
terjadi dan kesehatan seseorang dapat memburuk.
(2) Beban Kerja Kuantitatif
Terlalu Sedikit Penggunaan mesin dalam dunia kerja mempengaruhi
pekerja karena sering terjadi efisiensi kerja. Melakukan tugas-tugas
sederhana yang melibatkan banyak gerakan berulang dapat menjadi
membosankan, yang dapat menjadi sumber stres.
(3) Beban Kerja Berlebih Kualitatif
Seiring waktu, fokus pekerjaan telah bergeser ke kerja otak, karena
teknologi telah mengurangi jumlah tugas manual. Pekerjaan menjadi
semakin rumit, menyebabkan kelebihan kualitatif. Dimana tingkat
stres yang tinggi membutuhkan kemampuan teknis dan intelektual
yang lebih tinggi daripada yang dimiliki pekerja. Sampai batas
tertentu, ini bisa menjadi tantangan bagi pekerjaan dan motivasi.
Namun, ketika melebihi kapasitas seseorang, kelelahan mental, reaksi
emosional, dan reaksi fisik dalam menanggapi stres terjadi.
(4) Beban Kerja Kuantitatif dan Kualitatif Berlebih
Proses pengambilan keputusan adalah kombinasi unik dari kondisi
kelebihan beban kuantitatif dan kualitatif. Faktor-faktor yang
menentukan stres pengambilan keputusan termasuk hasil keputusan,
beberapa derajat pengambilan keputusan, dan siapa yang bertanggung
jawab.