Seseorang dapat dikatakan patuh terhadap orang lain apabila orang tersebut
memiliki tiga dimensi kepatuhan yang terkait dengan sikap dan tingkah. Menurut
Hartono (2006), dimensi atau aspek-aspek yang terkandung dalam kepatuhan
(obedience) adalah sebagai berikut:
- Mempercayai (believe). Individu lebih patuh apabila mereka percaya bahwa
tujuan dari dibentuknya suatu peraturan itu merupakan sesuatu yang penting.
Individu percaya bahwa mereka diperlakukan secara adil oleh orang yang
memberi perintah atau biasa disebut pemimpin, percaya pada motif pemimpin
dan menganggap bahwa individu tersebut bagian dari organisasi atau kelompok
yang ada dan memiliki aturan yang harus diikuti. - Menerima (accept). Individu yang patuh menerima dengan sepenuh hati perintah
dan permintaan yang ada dalam peraturan yang telah dipercayainya.
Mempercayai dan menerima merupakan aspek yang berkaitan dengan sikap
individu. - Melakukan (act). Melakukan dan memilih taat terhadap peraturan dengan
sepenuh hati dan dalam keadaan sadar. Melakukan sesuatu yang diperintahkan
atau menjalankan suatu aturan dengan baik, maka individu tersebut bisa
dikatakan telah memenuhi aspek-aspek dari kepatuhan.
