dapat muncul dari beberapa kondisi dan faktor yang berasal dari
perusahaan seperti motivasi, dan kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan.
Selain dari faktor tersebut Organ et al (2006) menuturkan beberapa faktor lain
yang dapat mendorong munculnya OCB dalam suatu perusahaan, yaitu:
1) Perbedaan individu
Perbedaan individu adalah sifat stabil yang dimiliki oleh setiap
individu yang menjadi karakteristik dari setiap individu, seperti
keramahan, kemampuan, pengalaman, cara bergaul dan lain lain.
Perbedaan individu dapat memicu munculnya OCB dikarenakan dengan
adanya perbedaan maka karyawan dapat saling menghargai satu sama
lain, sehingga muncullah sikap untuk saling tolong menolong dan sportif
antara satu karyawan dengan lainnya.
2) Sikap kerja
Sikap kerja merupakan emosi muncul berdasarkan persepsi individu
terhadap lingkungan kerja. Sikap kerja sangat mempengaruhi munculnya
OCB pada setiap karyawan, dikarenakan sikap kerja yang baik akan
menimbulkan rasa toleransi dan saling mengasihi antara sesama rekan
kerja, sehingga karakteristik OCB yaitu bekerja tanpa paksaan dan saling
tolong menolong akan tercapai.
3) Faktor kontekstual
Faktor kontekstual adalah pengaruh eksternal yang bisa berasal dari
pekerjaan, kelompok, organisasi atau lingkungan sekitar, yang dapat
mempengaruhi sesorang, bahkan kelompok dalam suatu perusahaan.
Faktor kontekstual merupakan salah satu faktor penting yang dapat
memunculkan OCB dalam suatu perusahaan, dikarenakan apabila
karyawan merasa enjoy dengan lingkungan pekerjaannya, maka
karyawan akan lebih rileks dalam bekerja.
