Menurut Sutrisno (2010: 89-22) faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin
kerja karyawan yaitu:
- Besar Kecilnya Pemberian Kompensasi
Besar kecilnya kompensasi dapat memengaruhi tegaknya disiplin. Para karyawan
akan mematuhi segala peraturan yang berlaku, jika karyawan merasa mendapat
jaminan balas jasa yang setimpal dengan jerih payahnya yang telah
dikontribusikan bagi perusahaan. Karyawan yang menerima kompensasi memadai
akan dapat bekerja tenang dan tekun, serta selalu berusaha bekerja dengan sebaikbaiknya. Karyawan yang merasa kompensasi yang diterimanya jauh dari memadai,
maka akan berpikir mendua dan berusaha untuk mencari tambahan penghasilan
lain diluar, sehingga menyebabkan karyawan tersebut sering mangkir dan sering
minta izin keluar. - Ada tidaknya Keteladanan Pimpinan dalam Perusahaan
Keteladanan pimpinan sangat penting sekali, karena dalam lingkungan perusahaan,
semua karyawan akan selalu memerhatikan bagaimana pimpinan dapat
menegakkan disiplin dirinya dan bagaimana pimpinan dapat mengendalikan
dirinya dari ucapan, perbuatan, dan sikap yang dapat merugikan aturan disiplin
yang ditetapkan. - Ada tidaknya Aturan pasti yang dapat dijadikan Pegangan
Pembinaan disiplin tidak akan dapat terlaksana dalam perusahaan, jika tidak ada
aturan tertulis yang pasti untuk dapat dijadikan pegangan bersama. Disiplin tidak
mungkin ditegakkan jika peraturan yang dibuat hanya berdasarkan instruksi lisan
yang dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi dan situasi. - Keberanian Pimpinan dalam mengambil Tindakan
Keberanian pimpinan untuk mengambil tindakan sangat diperlukan ketika ada
seorang karyawan yang melanggar disiplin, yang sesuai dengan tingkat
pelanggaran yang dibuatnya. Tindakan tegas yang diambil oleh seorang pimpinan
akan membuat karyawan merasa terlindungi dan membuat karyawan berjanji tidak
akan mengulangi kesalahan yang telah dilakukan. - Ada tidaknya pengawasan Pimpinan
Orang yang paling tepat melaksanakan pengawasan terhadap disiplin ini tentulah
atasan langsung para karyawan yang bersangkutan. Hal ini disebabkan para atasan
langsung itulah yang paling tahu dan paling dekat dengan para karyawan yang ada
dibawahnya. Pengawasan yang dilaksanakan atasan ini sering disebut WASKAT.
Seorang pemimpin bertanggung jawab melaksanakan pengawasan melekat ini
pada tingkat manapun, sehingga tugas-tugas yang dibebankan kepada bawahan
tidak menyimpang dari apa yang telah ditetapkan. - Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan
Pimpinan yang berhasil memberi perhatian yang besar kepada para karyawan akan
dapat menciptakan disiplin kerja yang baik. Pimpinan yang mau memberikan
perhatian kepada karyawan akan selalu dihormati dan dihargai oleh para karyawan
sehingga akan berpengaruh besar kepada prestasi, semangat kerja, dan moral kerja
karyawan. - Diciptakan kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya disiplin, antara lain:
a. Saling menghormati bila bertemu di lingkungan kerja.
b. Melontarkan pujian sesuai dengan tempat dan waktunya, sehingga para
karyawan akan turut merasa bangga dengan pujian tersebut.
c. Sering mengikutsertakan karyawan dalam pertemuan-pertemuan, apalagi
pertemuan yang berkaitan dengan nasib dan pekerjaan karyawan.
d. Memberi tahu bila ingin meninggalkan tempat kepada rekan kerja, dengan
menginformasikan kemana dan untuk urusan apa, walaupun kepada bawahan
sekalipun
