Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan


Motivasi seorang berawal dari kebutuhan, keinginan dan dorongan untuk
bertindak demi tercapainya kebutuhan atau tujuan. Hal ini menandakan seberapa
kuat dorongan, usaha, intensitas, dan kesediaanya untuk berkorban demi
tercapainya tujuan. Hal ini sesuai dengan pendapat Robbins (1997) yang
menyatakan bahwa motivasi didefinisikan sebagai kesediaan untuk
mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi ke arah tujuan organisasi, yang
dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi suatu kebutuhan
individual. Dalam hal ini semakin kuat dorongan atau motivasi dan semangat
akan semakin tinggi kinerjanya
Amstrong (1994), hubungan antara motivasi dan kinerja adalah positif
karena karyawan yang memiliki motivasi yang tinggi akan menghasilkan kinerja
yang tinggi pula. Hal ini berarti, semakin tinggi motivasi maka semakin tinggi pula
kinerja karyawan. Doyle dan Wong (1998) mengemukakan kaitan antara motivasi
berprestasi dan kinerja. Doyle dan Wong menyebutkan bahwa kesuksesan suatu
bisnis tidak terlepas dari besarnya motivasi yang muncul dalam pribadi
karyawan