Pengaruh Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja


Menurut Hasibuan (2009: 219), Motivasi adalah pemberian daya
penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau
bekerja sama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala daya upayanya
untuk mencapai kepuasan. Mempertahankan dan meningkatkan produktivitas
karyawan dapat dilakukan dengan memberikan perangsang seperti bonus
maupun tingkat gaji yang menarik. Akan tetapi karena seorang karyawan juga
seorang manusia yang memiliki kebutuhan dan keinginan, serta tujuan yang
berbeda dalam melakukan pekerjaan, maka memotivasi dengan cara tersebut
dipandang bukan sebagai satu-satunya teknik yang efektif dalam rangka
meningkatkan produktivitas karyawan.
Hal tersebut didasarkan pada suatu dugaan, bahwa seorang karyawan
tidak selalu bekerja dengan latar belakang mendapatkan gaji, dimana oleh
Maslow diidentifikasikan adanya lima jenjang kebutuhan manusia, yaitu
seseorang akan berusaha untuk memenuhi jenjang kehidupan yang lebih tinggi
apabila jenjang lebih rendah sudah terpenuhi. Tidak dapat dipungkiri bahwa
seseorang karyawan pada awalnya tertarik pada besarnya gaji maupun bonus
yang ditawarkan. Namun hal ini tidak akan berlangsung secara terus menerus,
karena pada saat tertentu, perhatian utamanya bukan lagi bertumpu pada
besarnya gaji, melainkan pada Job Content yang ditanganinya. Dengan demikian
masalah gaji dan upah bergeser peringkatnya menjadi kebutuhan sekunder.
Koesmono (2005) kepuasan kerja adalah dipenuhinya keinginan dan
kebutuhannya melalui bekerja, kebutuhan merupakan salah satu faktor yang
penting untuk memotivasi pegawai karena sebagai manusia pasti memiliki aneka
kebutuhan primer dan sekunder. Pegawai akan termotivasi jika kebutuhannya
terpenuhi, dengan terpenuhinya kebutuhan maka akan timbul kepuasan kerja
yang berdampak positif pada kinerja karyawan pada perusahaan.