Pengukuran Kinerja karyawan


Secara teoretikal berbagai metode dan teknik mempunyai sasaran yang
sama, yaitu menilai prestasi kerja para karyawan secara obyektif untuk suatu
kurun waktu tertentu dimasa lalu yang hasilnya bermanfaat bagi organisasi atau
perusahaan, seperti untuk kepentingan mutasi pegawai maupun bagi pegawai
yang bersangkutan sendiri dalam rangka pengembangan karirnya. Untuk
mencapai kedua sasaran tersebut maka digunakanlah berbagai metode
pengukuran kinerja karyawan menurut Husnan (1994) yang dewasa ini dikenal
dan digunakan adalah:

  1. Rangking, adalah dengan cara membandingkan karyawan yang satu dengan
    karyawan yang lain untuk menentukan siapa yang lebih baik.
  2. Perbandingan karyawan dengan karyawan, adalah suatu cara untuk
    memisahkan penilaian seseorang ke dalam berbagai faktor.
  3. Grading, adalah suatu cara pengukuran kinerja karyawan dari tiap karyawan
    yang kemudian diperbandingkan dengan definisi masing- masing kategori
    untuk dimasukkan kedalam salah satu kategori yang telah ditentukan.
  4. Skala grafis, adalah metode yang menilai baik tidaknya pekerjaan seorang
    karyawan berdasarkan faktor-faktor yang dianggap penting bagi pelaksanaan
    pekerjaan tersebut. Masing-masing faktor tersebut, seperti misalnya kualitas
    dan kuantitas kerja, keterampilan kerja, tanggung jawab kerja, kerja sama dan
    sebagainya.
  5. Checklists, adalah metode penilaian yang bukan sebagai penilai karyawan
    tetapi hanya sekedar melaporkan tingkah laku karyawan.