Robbins (1997) yang menyatakan bahwa motivasi didefinisikan sebagai
kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi ke arah tujuan
organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi suatu
kebutuhan individual. Dalam hal ini semakin kuat dorongan atau motivasi dan
semangat akan semakin tinggi kinerjanya. Hasibuan (2003) yang menyatakan
bahwa seseorang cenderung bekerja dengan penuh semangat apabila kepuasan
dapat diperolehnya dari pekerjaannya dan kepuasan kerja karyawan merupakan
kunci pendorong moral, kedisiplinan, serta prestasi kerja karyawan dalam
mendukung terwujudnya tujuan perusahaan.
