Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individuil. Setiap
individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem
nilai-nilai yang berlaku pada dirinya. Biasanya orang akan merasa puas atas kerja yang
telah atau sedang ia jalankan, apabila apa yang ia kerjakan itu dianggapnya telah
memenuhi harapannya, sesuai dengan tujuan ia bekerja (Anoraga, 2001). Menurut
Anoraga (2001) kepuasan kerja merupakan suatu sikap yang positif yang menyangkut
penyesuaian diri yang sehat dari para karyawan terhadap kondisi dan situasi kerja,
termasuk di dalamnya masalah upah, kondisi sosial, kondisi fisik, dan kondisi
psikologis.
Howell dan Dipboye (1986, dalam Munandar, 2010) memandang kepuasan
kerja sebagai hasil keseluruhan dari derajat rasa suka atau tidak sukanya tenaga kerja
terhadap berbagai aspek dari pekerjaannya. Dengan kata lain kepuasan kerja
mencerminkan sikap tenaga kerja terhadap pekerjaannya
