Sesungguhnya tidak banyak hal dalam manajemen, termasuk
manajemen sumber daya manusia, yang dapat dinyatakan secara aksiomatik.
Akan tetapi dalam hal perencanaan dapat dikatakan secara kategorikal bahwa
perencanaan mutlak perlu, bukan hanya karena setiap organisasi pasti
menghadapi masa depan yang selalu diselimuti oleh ketidakpastian, akan
tetapi juga karena sumber daya yang dimiliki atau mungkin dimiliki selalu
terbatas, pada hal tujuan yang ingin dicapai per definisi selalu tidak terbatas.
Situasi keterbatasan itu memberi petunjuk bahwa sumber dana,
sumber daya dan sumber daya manusia harus direncanakan dan digunakan
sedemikian rupa sehingga daripadanya diperoleh manfaat yang semaksimal
mungkin. Perencanaan yang matang memungkinkan hal itu terjadi.
Terdapat paling sedikit enam manfaat yang dapat dipetik melalui
suatu perencanaan sumber daya manusia secara mantap. (Sondang P.
Siagian, 2005:45-48).
Pertama: Organisasi dapat memanfaatkan sumber daya manusia yang
sudah ada dalam organisasi secara lebih baik. Merupakan hal yang wajar
bahwa apabila seseorang mengambil keputusan tentang masa depan yang
diinginkannya, berangkat dari kekuatan dan kemampuan yang sudah
dimilikinya sekarang.
Berarti perencanaan sumber daya manusia pun perlu diawali dengan
kegiatan inventarisasi tentang sumber daya manusia yang sudah terdapat
dalam organisasi. Inventarisasi tersebut antara lain berikut ini.
a. Jumlah tenaga kerja yang ada,
b. Berbagai kualifikasinya,
c. Masa kerja masing-masing,
d. Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, baik karena
pendidikan formal maupun karena program pelatihan yang pemah
diikuti,
e. Bakat yang masih perlu dikembangkan,
f. Minat pekerja yang bersangkutan, terutama yang berkaitan
dengan kegiatan di luar tugas pekerjaannya sekarang.
