Pada hakikatnya, selain dalil sebagai landasan tujuan manajemen
kinerja, secara umum manajemen kinerja memiliki tiga tujuan,yaitu tujuan
strategik,administratif dan pengembangan. Tujuan strategik mengaitkan
kegiatan pegawai dengan tujuan organisasi. Pelaksanaan tersebut perlu
mendefenisikan hasil akan dicapai,bahkan pengukuran dan sistem feeback
terhadap kinerja pegawai, sementara tujuan administratif, menggunakan
informasi manajemen kinerja khususnya evaluasi kinerja untuk
kepentingan keputusan administratif, penggajian,promosi,pemberhentian
pegawai dan lain-lain. Sedangkan, tujuan pengembangan dapat
mengembangkan kapasitas pegawai yang berhasil di bidang kerjanya,
pemberian training bagi yang berkinerja tidak baik, penempatan yang
lebih cocok.
Selain itu, secara khusus manajemen kinerja bertujuan, untuk
memeperoleh peningkatan kinerja yang berkelanjutan, meningkatkan motivasi dan
komitmen pegawai, memungkinkan individu untuk mengembangkan kemampuan
untuk:
- Meningkatkan kepuasan kerja dan mencapai potensi pribadi yang
bemanfaat bagi individu dan organisasi - Mendongkrak perubahan yang lebih berorientasi pada peningkatan kinerja
- Mengembangkan hubungan yang terbuka konstrutif antara individu dan
organisasi dalam dialog yang berkesinambungan - Menyediakan kerangka kerja bagi kesepakatan sasaran kerja
- Menfokuskan perhatian kepada atribut dan kompetensi yang diperlukan
manajer dan pegawai untuk membuat kesepakatan tentang rencana
pengembangan - Menyediakan kriteria untuk melakukan pegukuran kinerja sebagai
landasan bagi pemberian imbalan, memberdayakan pegawai, untuk
memepertahankan pegawai yang berkualitas, mendukung inisiatif
manajemen yang berkualitas secara keseluruhan.
