Manajemen karir tidak hanya terletak pada kepentingan karyawan saja,
namun juga ada keterlibatan organisasi di dalamnya. Dalam hal ini manajemen
karir organisasional sangatlah penting direncanakan oleh perusahaan. Menurut
Mathis dan Jackson (2006 : 343) perencanaan karir yang berpusat pada organisasi
berfokus pada pekerjaan dan pengidentifikasian jalan karir yang memberikan
kemajuan yang logis atas orang-orang diantara pekerjaan dalam organisasi.
Artinya perlu adanya pemahaman individu dalam mengikuti jalan atau alur karir
yang dibuat oleh organisasi agar dapat bergerak maju dalam unit organisasinya.
Menurut Simamora (2001 : 525) peran organisasi dalam perencanaan karir
tidak hanya memikat pelamar untuk rekrutmen eksternal, namun juga bagaimana
organisasi merencanakan hubungan karyawan secara internal dalam proses
staffing guna menyiapkan kandidat karyawan yang berkualitas untuk masa yang
akan datang. Aktivitas manajemen organisasional ini meliputi proses dan
penyediaan informasi berkaitan dengan posisi yang lowong (rekrutmen) dan
melakukan seleksi. Pada hasilnya maka akan diidentifikasi kesempatan atau
peluang bagi karyawan dalam peningkatan karir (rekrutmen, program pelatihan,
alur karir) karyawan. Oleh karena itu, perencanaan karir berkontribusi terhadap
pertumbuhan karyawan dan meningkatkan kualifikasi karyawan untuk
kesempatan kepegawaian dimasa yang mendatang.
Sturges et al (2002 : 732) menganggap bahwa manajemen karir organisasi
sangat penting untuk kelangsungan hidup organisasi. Bahkan, manajemen karir
organisasional ini menurut Sturges dapat mendukung terhadap pemenuhan
kontrak psikologis yang diharapkan oleh karyawan. Selain itu menurut Thite
(dalam Cline dan Kisamore, 2008 : 4) organisasi yang melakukan manajemen
karir organisasi akan lebih mengetahui dan mampu membantu karyawan untuk
mencapai dan menerapkan strategi yang sedang dijalani oleh organisasi. Menurut
Orpen (1994) bahwa semakin baik manajemen karir organisasional maka akan
meningkatkan kesuksesan karir karyawan.
