Manajemen karir individu


Menurut Mathis dan Jackson (2006 : 344) perencanaan karir yang terpusat
pada individu memfokuskan pada karir individu dari pada kebutuhan organisasi
itu. Perencanaan ini dilakukan oleh para karyawan sendiri dengan menganalisis
tujuan dan keterampilan individual mereka. Analisis seperti ini mungkin
mempertimbangkan situasi baik dalam maupun di luar organisasi yang dapat
mengembangkan karir seseorang.
Menurut Simamora (2001 : 519) individu merencanakan karir mereka
untuk meningkatkan status dan gaji mereka, memastikan keselamatan pekerjaan,
dan mempertahankan kemampuan pasaran mereka dalam pasar tenaga kerja yang
berubah. Organisasi mendorong karir individu karena ingin: (1) mengembangkan
dan mempromosikan karyawan dari dalam perusahaan; (2) mendorong tenaga
berbakat yang dapat dipromosikan; (3) menyatakan minat dalam karyawan
mereka; (4) meningkatkan produktivitas; (5) mengurangi turnover karyawan; (6)
memungkinkan manajer untuk menyatakan minat pribadi mereka terhadap
bawahannya; dan (7) menciptakan citra rekrutmen yang positif.
Menurut Orpen (1994 : 28) manajemen karir individu adalah proses
seseorang melakukan kontrol dan perencanaan pada karirnya dengan cara
mengidentifikasi tujuan yang berkaitan dengan karir berupa kekuatan, kelemahan
dan mengambil langkah-langkah yang berguna untuk mencapai tujan karir yang
diharapkannya. Manajemen karir diri sendiri dilakukan melalui pencarian
informasi tentang diri seseorang tersebut, proses networking, dan meraih
penghargaan demi melengkapi sukses dalam kerjanya (Sturges et al. 2002 : 733).