Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Kerja Kontraproduktif


Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya perilaku kerja
kontraproduktif menurut Sacket dan Devore (Anderson, Deniz, Sinangil &
Viswesvaran, 2001), yaitu:
a. Faktor kepribadian
Faktor kepribadian tertentu ditemukan dapat mempengaruhi
karyawan terlibat dalam perilaku kerja kontraproduktif. Ciri-ciri
kepribadian yang telah diteliti berkaitan dengan perilaku kerja
kontraproduktif adalah kestabilan emosi, ektroversi, agreeableness,
keterbukaan dan kesadaran untuk membangun pengalaman. Hasil
penelitian menunjukkan hubungan yang konsisten dengan perilaku kerja
kontraproduktif yang dilakukan karyawan di lingkungan kerja.
b. Karakteristik pekerjaan
Karakteristik pekerjaan yang diberikan dan cara kerja pada
organisasi akan mempengaruhi karyawan dalam menyelesaikan tugas
dengan sempurna, bertanggung jawab atas tugas yang diberikan dan hasil
kerja yang dicapai. Perilaku kerja kontraproduktif akan terjadi ketika
karyawan terlalu diawasi dengan ketat oleh atasan dan selalu diawasi
sehingga karyawan tidak mempunyai kesempatan untuk dapat
menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan rencana dan wawasan mereka
sendiri.
c. Karakteristik kelompok kerja
Karakteristik kelompok kerja dapat mempengaruhi antar pekerja di
lingkungan organisasi. Individu cenderung akan mengikuti tingkah laku
yang menjadi kebiasan didalam kelompok organisasi. Perilaku yang biasa
diterapkan pada kelompok kerja memiliki pengaruh yang besar terhadap
perilaku individu karena apa yang dilakukan oleh orang lain akan
menimbulkan dampak terhadap perilaku kerja kontraproduktif. Individu
akan mengembangkan sikapnya sesuai dengan kelompok kerjanya.
Karyawan akan mengamati perilaku karyawan lainnya dan melihat
konsekuensi yang ditimbulkan dari perilaku tersebut. Sehingga mereka
akan menyesuaikan tingkah laku mereka berdasarkan konsekuensi yang
dialami.
d. Budaya organisasi
Budaya organisasi dan karateristik kelompok kerja memiliki
kesamaan karena keduanya merupakan pengaruh sosial yang mampu
mempengaruhi individu di tempat kerja. Namun, budaya organisasi
mencakup lebih luas yang dipengaruhi oleh faktor diluar kelompok kerja.
Perilaku kerja kontrproduktif biasa terjadi pada perusahaan dimana kode
etik yang berlaku tidak didefinisikan dengan baik. Salah satu bidang yang
menjadi fokus budaya organisasi adalah mengenai konsep iklim kejujuran
yang ada di organisasi.
e. Sistem pengendalian organisasi
Sistem pengendalian organisasi merupakan entitas fisik atau
prosedural yang ada di tempat kerja khusus untuk mengurangi terjadinya
perilaku kerja kontraproduktif melalui pengawasan atau dengan
meningkatkan hukuman. Pertama dapat dilakukan dengan pengawasan
oleh atasan kemudian dapat di tingkatkan dengan menggunakan teknologi.
Praktik sistem pengendalian organisasi dapat berupa sistem keamanan
20
melalui aplikasi komputer, pelatihan karyawan, pengawasan oleh atasan
dan memasang cctv.
f. Ketidakadilan organisasi
Ketidakadilan organisasi dapat menimbulkan perilaku kerja
kontraproduktif jika usaha atau imbalan yang diterima karyawan tidak
sesuai dengan usaha yang telah diberikan sehingga karyawan merasa tidak
adanya keadilan di lingkungan organisasi. Karyawan akan membandingkan
imbalan yang didapatkan atas usaha yang telah mereka berikan kepada
organisasi dengan imbalan yang diterima oleh karyawan lain berdasarkan
usaha mereka masing-masing. Jika rasio usaha atau imbalan yang didapat
tidak proporsional dan tidak adil maka kemungkinan beberapa karyawan
akan merasa menerima imbalan yang lebih dan beberapa karyawan lain
akan merasa kurang beruntung. Ketidakadilan tidak hanya dilihat dari
alokasi penghargaan atau hukuman yang tidak setara namun dapat berupa
ketidakadilan dalam keputusan atau prosedur yang dibuat oleh atasan