Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecemasan (skripsi dan tesis)

Blacburn & Davidson (dalam Annisa dan Ifdil, 2016) menyebutkan
beberapa faktor yang mempengaruhi kecemasan, seperti pengetahuan yang
dimiliki dalam menyikapi suatu situasi yang mengancam serta mampu
mengetahui kemampuan mengendalikan diri dalam menghadapi kecemasan
tersebut.
Kemudian Adler dan Rodman (dalam Annisa & Ifdil, 2016) menyatakan
terdapat dua faktor yang dapat menimbulkan kecemasan, yaitu:
a. Pengalaman negatif pada masa lalu
Penyebab utama munculnya kecemasan yaitu adanya pengalaman
traumatis yang terjadi pada masa kanak-kanak. Peristiwa tersebut mempunyai
pengaruh pada masa yang akan datang. Ketika individu menghadapi peristiwa
yang sama, maka ia akan merasakan ketegangan sehingga menimbulkan
ketidaknyamanan. Sebagai contoh yaitu ketika individu pernah gagal dalam
menghadapi suatu tes, maka pada tes berikutnya ia akan merasa tidak nyaman
sehingga muncul rasa cemas pada dirinya.
b. Pikiran yang tidak rasional
Pikiran yang tidak rasional terbagi dalam empat bentuk, yaitu.
1) Kegagalan ketastropik, individu beranggapan bahwa sesuatu yang buruk
akan terjadi dan menimpa dirinya sehingga individu tidak mampu
mengatasi permasalahannya.
2) Kesempurnaan, individu mempunyai standar tertentu yang harus dicapai
pada dirinya sendiri sehingga menuntut kesempurnaan dan tidak ada
kecacatan dalam berperilaku.
3) Persetujuan
4) Generalisasi yang tidak tepat, yaitu generalisasi yang berlebihan, ini
terjadi pada orang yang memiliki sedikit pengalaman.
Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan kecemasan. Menurut Iyus
(dalam Saifudin & Kholidin, 2015) menyebutkan beberapa faktor yang
mempengaruhi kecemasan seseorang meliputi
a. Usia dan tahap perkembangan, faktor ini memegang peran yang penting pada
setiap individu karena berbeda usia maka berbeda pula tahap
perkembangannya, hal tersebut dapat mempengaruhi dinamika kecemasan
pada seseorang.
b. Lingkungan, yaitu kondisi yang ada disekitar manusia. Faktor lingkungan
dapat mempengaruhi perilaku baik dari faktor internal maupun eksternal.
Terciptanya lingkungan yang cukup kondusif akan menurunkan resiko
kecemasan pada seseorang.
c. Pengetahuan dan pengalaman, dengan pengetahuan dan pengalaman seorang
individu dapat membantu menyelesaikan masalah-masalah psikis, termasuk
kecemasan.
d. Peran keluarga, keluarga yang memberikan tekanan berlebih pada anaknya
yang belum mendapat pekerjaan menjadikan individu tersebut tertekan dan
mengalami kecemasan selama masa pencarian pekerjaan.