Faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan (skripsi dan tesis)

Menurut Muttaqin dan Sari (2009) faktor – faktor yang dapat
menyebabkan kecemasan pasien pre operasi adalah takut terhadap nyeri,
kematian, ketidaktahuan, takut tentang deformitas dan ancaman lain
terhadap citra tubuh. Sedangkan faktor – faktor yang mempengaruhi
kecemasan menurut Kaplan dan Sadock (2010) adalah :
1) Faktor – faktor intrinsik antara lain :
a) Usia pasien
Gangguan kecemasan dapat terjadi pada semua usia, lebih
sering pada usia dewasa dan lebih banyak pada wanita. Sebagian
besar kecemasan terjadi pada usia 21 – 45 tahun. Feist (2009)
mengungkapkan bahwa semakin bertambahnya usia, kematangan
psikologi individu semakin baik, artinya semakin matang
psikologi seseorang maka akan semakin baik pula adaptasi
terhadap kecemasan.
b) Pengalaman pasien menjalani pengobatan (operasi)
Pengalaman awal pasien dalam pengobatan merupakan
pengalaman – pengalaman yang sangat berharga yang terjadi
pada individu terutama untuk masa – masa yang akan datang.
Pengalaman awal ini sebagai bagian penting dan bahkan sangat
menentukan bagi kondisi mental individu di kemudian hari.
Apabila pengalaman individu tentang anestesi kurang, maka
cenderung mempengaruhi peningkatan kecemasan saat
menghadapi tindakan anestesi.
c) Konsep diri dan peran
Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan
pendirian yang diketahui individu terhadap dirinya dan
mempengaruhi individu berhubungan dengan orang lain.
2) Faktor – faktor ekstrinsik antara lain :
a) Kondisi medis (diagnosis penyakit)
Terjadinya gejala kecemasan yang berhubungan dengan
kondisi medis sering ditemukan walaupun insidensi gangguan
bervariasi untuk masing – masing kondisi medis, misalnya : pada
pasien sesuai hasil pemeriksaan akan mendapatkan diagnosa
pembedahan, hal ini akan mempengaruhi tingkat kecemasan
pasien. Sebaliknya pada pasien dengan diagnosa baik tidak terlalu
mempengaruhi tingkat kecemasan.
b) Tingkat pendidikan
Pendidikan bagi setiap orang memiliki arti masing – masing.
Pendidikan pada umumnya berguna dalam merubah pola pikir,
pola bertingkah laku dan pola pengambilan keputusan. Tingkat
pendidikan yang cukup akan lebih mudah dalam mengidentifikasi
stresor dalam diri sendiri maupun dari luar dirinya. Tingkat
pendidikan juga mempengaruhi kesadaran dan pemahaman
terhadap stimulus.
c) Akses informasi
Akses informasi adalah pemberitahuan tentang sesuatu agar
orang membentuk pendapatnya berdasarkan sesuatu yang
diketahuinya. Informasi adalah segala penjelasan yang
didapatkan pasien sebelum pelaksanaan tindakan anestesi terdiri
dari tujuan anestesi, proses anestesi, resiko dan komplikasi serta
alternatif tindakan yang tersedia, serta proses administrasi.
d) Proses adaptasi
Tingkat adaptasi manusia dipengaruhi oleh stimulus internal
dan eksternal yang dihadapi individu dan membutuhkan respon
perilaku yang terus menerus. Proses adaptasi sering menstimulasi
individu untuk mendapatkan bantuan dari sumber – sumber di
lingkungan dimana dia berada. Perawat merupakan sumber daya
yang tersedia di lingkungan rumah sakit yang mempunyai
pengetahuan dan keterampilan untuk membantu pasien
mengembalikan atau mencapai keseimbangan diri dalam
menghadapi lingkungan yang baru.
e) Tingkat sosial ekonomi
Status sosial ekonomi juga berkaitan dengan pola gangguan
psikiatrik.