Alat ukur kecemasan (skripsi dan tesis)

Untuk mengetahui sejauh mana derajat kecemasan seseorang
apakah ringan, sedang, berat atau berat sekali menggunakan alat ukur
(instrument) yang dikenal dengan :
1) Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS – A).
Alat ukur ini terdiri dari 14 kelompok, dengan gejala masing masing
kelompok dirinci lagi dengan gejala – gejala yang lebih spesifik.
Petunjuk penggunaan alat ukur HRS – A adalah : penilaian 0 = tidak
ada (tidak ada gejala sama sekali); 1 = ringan (satu gejala dari pilihan
yang ada); 2 = sedang (separuh dari gejala yang ada); 3 = berat (lebih
dari separuh dari gejala yang ada); 4 = sangat berat (semua gejala yang
ada). Penilaian kecemasan skor < 6 = tidak ada kecemasan, skor 7 –
14 = kecemasan ringan, skor 15 – 27 = kecemasan sedang, skor > 27
= kecemasan berat (Hawari, 2008).
2) The Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale
(APAIS).
Menurut Firdaus (2014) The Amsterdam Preoperative Anxiety and
Information Scale (APAIS) merupakan salah satu instrument yang
digunakan untuk mengukur kecemasan pre operatif yang telah
divalidasi, diterima dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di
dunia. Instrument APAIS dibuat pertama kali oleh Moerman pada
tahun 1995 di Belanda. Uji validitas dan reliabilitas instrument APAIS
versi Indonesia didapatkan hasil yang valid dan reliabel untuk
mengukur kecemasan pre operatif pada populasi Indonesia dengan
hasil 70,79% dan nilai Cronbach Alpha komponen kecemasan adalah
0,825 dan 0,863. Isi pertanyaan dari Skala APAIS tersebut terdiri dari
enam item pertanyaan, yaitu :
1) Saya cemas di bius (1, 2, 3, 4, 5)
2) Saya terus menerus memikirkan tentang pembiusan (1, 2, 3, 4,
5)
3) Saya ingin tahu sebanyak mungkin tentang pembiusan (1, 2, 3,
4, 5)
4) Saya cemas di operasi (1, 2, 3, 4, 5)
5) Saya terus menerus memikirkan tentang operasi (1, 2, 3, 4, 5)
6) Saya ingin tahu sebanyak mungkin tentang operasi (1, 2, 3, 4, 5)
Dari kuesioner tersebut, untuk setiap item mempunyai nilai 1 – 5
dari setiap jawaban yaitu : 1 = sama sekali tidak; 2 = tidak terlalu; 3
= sedikit; 4 = agak; 5 = sangat. Jadi dapat diklasifikasikan sebagai
berikut :
a) 6 : tidak ada kecemasan
b) 7 – 12 : kecemasan ringan
c) 13 – 18 : kecemasan sedang
d) 19 – 24 : kecemasan berat
e) 25 – 30 : kecemasan berat sekali/panik
Pada penelitian ini peneliti lebih memilih menggunakan alat ukur
APAIS karena alat ukur APAIS dirancang khusus untuk mengukur
kecemasan pasien pre anestesi dan pre operasi.