Horrod-Domar Menurutnya setiap upaya untuk tinggal landas mengharuskan adanya mobilisasi tabungan dan luar negeri dengan maksud untuk menciptakan investasi yang cukup, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Teori Harrod-Domar mengingatkan kita bahwa sebagai akibat investasi yang dilakukan tersebut pada masa berikutnya kapasitas barang-barang modal dalam perekonomian akan bertambah (Sadono Sukirno, 2000:450). Menurut Harrod-Domar (Sadono Sukirno, 1985:286) pada hakekatnya investasi berusaha untuk menunjukan syarat yang diperlukan agar terjadi pertumbuhan yang mantap atau Steady Growth yang dapat di definisikan sebagai pertumbuhan yang akan selalu menciptakan penggunaan sepenuhnya alat-alat modal yang akan selalu berlaku dalam perekonomian. Inti dari pertumbuhan Harrod-Domar adalah suatu realisasi jangka antara peningkatan investasi (pembentukan kapital) dan pertumbuhan ekonomi. Teori Harrod-Domar memperlihatkan kedua fungsi dari pembentukan modal dalam kegiatan ekonomi. Dalam teorinya pembentukan modal dipandang sebagai pengeluaran yang akan menambah kesanggupan suatu perekonomian untuk menghasilkan barang, maupun sebagai pengeluaran akan menambah permintaan efektif seluruh masyarakat. Artinya apabila pada suatu masa tertentu dilakukan sejumlah pembentukan modal, maka pada masaberikutnya perekonomian tersebut mempunyai kesanggupan yang lebih besar untuk menghasilkan barang-barang, disamping itu Harrod-Domar menganggap pula bahwa pertambahan dalam kesanggupan memproduksi itu tidak secara sendirinya. Dengan demikian walaupun kapasitas memproduksi bertambah, pendapatan nasional baru akan bertambah dan pertumbuhan ekonomi akan tercipta, apabila pengeluaran masyarakat mengalami kenaikan kalau dibandingkan dengan masa sebelumnya. Dalam teori Harrod-Domar menggunakan beberapa pemisalan berikut: a. Pada tahap permulaan perekonomian telah mencapai tingkat kesempatan kerja penuh dan alat-alat modal yang tersedia dalam masyarakat sepenuhnya dipergunakan; b. Perekonomian terdiri dari dua sektor, yaitu sektor rumah tangga dan sektor perusahaan, berarti pemerintahan dan perdagangan luar negeri tidak termasuk; c. Besarnya tabungan masyarakat adalah proporsionil dengan pendapatan nasional, dan keadaan ini berarti bahwa fungsi tabungan dinilai dari titik nol; d. Kecondongan menabung batas besarnya tetap, dan begitu juga perbandingan diantara modal dengan jumlah produksi yang lazim disebut rasio modal produksi (Capital Output ratio) dan perbandingan diantara pertambahan modal dengan jumlah pertambahan produksi yang lazim disebut rasio pertambahan modal produksi (Incremental Capital Out Ratio) Pokok penjelasan dari teori tersebut bahwa penanaman modal yang dilakukan masyarakat dalam waktu tertentu digunakan untuk dua tujuan. Pertama untuk mengganti alat-alat modal yang tidak dapat digunakan lagi. Kedua untuk memperbesar jumlah alat-alat modal yang tersedia dalam masyarakat.
