Literatur / Studi (skripsi dan tesis)

Terkait Asaddin dan Mansoer (2001) telah melakuakan penelitian mengenai pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja : Terapan model kebijakan prioritas sektoral untuk Kalimantan timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penerapan model (menggunakan data PDRB,PDB dan investasi daerah tahun 1990 daan 1997, bersama dengan kesempatan kerja daerah dan kesempatan kerja nasional pada tahun yang sama). Maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa pertumbuhan ekonomi mempengaruhi perkembangan tenaga kerja. Semakin tinggi Pertumbuhan ekonomi cenderung semakin membuka kesempatan kerja, dan begitu pula sebaliknya. Muhammad Wadud (2003) dalam penelitiannya mengenai “Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kabupaten Musi Banyuasin”. Metode yang digunakan yaitu metode Ordinary Least Square (OLS). Berdasarkan analisis, hasil pengolahan data serta analisis data dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut : panjang jalan yang rusak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan mempunyai hubungan negatif, tenaga kerja tidak signifikan pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi dan mempunyai hubungan positif, kredit modal kerja signifikan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan mempunyai hubungan positif, investasi signifikan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan mempunyai hubungan positif, pengeluaran pemerintah tidak signifikan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan mempunyai hubungan yang negatif. Lisa Hermawati (2004) dalam penelitiannya mengenai “Kausalitas antara pertumbuhan ekonomi dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan” dalam penelitian ini metode teoritis yang digunakan untuk menganalisa arah kausalitas antara kausalitas antara pertumbuhan ekonomi (EG), dengan Tabungan (S), tenaga kerja (L) dan pengeluaran pemerintah (PP) adalah model kausalitas Granger (1969). Hasil dari perhitungan menunjukan bahwa ada dua hubungan kausalitas antara pertumbuhan ekonomi dengan setiap variabel independen, yaitu (1) pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap tabungan lebih besar dari pada pengaruh tabungan terhadap pertumbuhan ekonomi, (2) pengaruh tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi lebih besar dari pada pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap tenaga kerja, (3) pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi lebih besar dari pada pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap pengeluaran pemerintah. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa jika pemerintah bermaksud meningkatkan pertumbuhan ekonomi, maka harus mempertimbangkan peningkatan tabungan, tenaga kerja, dan pengeluaran pemerintah dan begitu pula sebaliknya. Yulianti (2004) dalam penelitiannya mengenai kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dalam menyongsong otonomi daerah. Metode yang digunakan yaitu analisis rasio dan ekonometri dengan analisis berganda. Berdasarkan analisis hasil estimasi dan proses perhitungan diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kemandirian daerah mengalami peningkatan dilihat dari rasio PAD terhadap TPD dan rasio PAD terhadap PR. Sedangkan rasio PAD terhadap PP tingkat kemandirian tidak berubah selanjutnya B terhadap TPD selalu meningkat, artinya kecenderungan peningkatan bantuan atau ketergantungan daerah sangat nyata. Pertumbuhan yang dilihat dari tingkat PDRB riil dipengaruhi oleh variabel angkatan kerja, PAD riil dan pengeluaran pembangunan riil. Sedangkan pengeluaran rutin riil tidak berpengaruh terhadap PDRB riil.