Investasi (skripsi dan tesis)

Investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau perbelanjaan penanam
modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan
produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang dan jasa yang
tersedia dalam perekonomian. Investasi tidak hanya untuk memaksimalkan
output, tetapi untuk menentukan distribusi tenaga kerja dan distribusi
pendapatan, pertumbuhan dan kualitas penduduk serta teknologi (Sukirno,
2005)

Menurut Ensiklopedia Indonesia tersebut berarti bahwa investasi
merupakan penanaman modal yang hanya terkait dengan pengembangan
sektor produksi saja atau hanya terkait dengan proses produksi padahal
investasi dapat digunakan untuk kegiatan yang lainnya seperti pembelian
saham, barang modal, obligasi dan lain sebagainya.
Investasi dapat dibagi menjadi dua macam yaitu investasi asing atau
Penanaman Modal Asing (PMA) dan investasi domestik atau Penanaman
Modal Dalam Negri (PMDN), adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
1. Penanaman Modal Dalam Negri (PMDN)
Menurut Undang–undang nomor 25 tahun 2007 pasal 1 angka 9 tenang
Modal Dalam Negeri, Penanaman Modal Dalam Negri (PMDN)
merupakan penanaman modal yang dilakukan oleh perseorangan atau
warga negara Indonesia, pengusaha yang berasal dari Indonesia, maupuan
badan usaha Indonesia baik yang berbadan hukum maupun tidak berbadan
hukum yang melakukan penanaman modal di wilayah Republik Indonesia.
Macam–macam PMDN yaitu :
a. Penanaman modal dalam negeri langsung yaitu penanaman modal
yang langsung dilakukan oleh pemilik modal dalam negri.
b. Penanaman modal dalam negri tidak langsung yaitu penanaman
modal yang dilakukan dengan cara pembelian obligasi atau surat
berharga yang dikeluarkan secara resmi oleh pemerintah

2. PMA (Penanaman Modal Asing)
Penanaman modal asing merupakan transfer modal baik yang nyata
maupun tidak nyatadari suatu negara ke negara lainnya, tujuannya adalah
untuk dipergunakan di negara tersebut dengan pengawasan dari pemberi
modal (Salim dan Budi Santoso, 2008).
Investasi yang naik secara terus menerus tentunya akan menguntungkan
tenaga kerja di dalam negri, dimana dengan adanya peningkatan investasi
yang masuk maka dapat meningkatakan produksi dari perusahaan yang
berakibat pada peningkatakan penyerapan tenaga kerja (Sukirno, 2000).
Di beberapa negara maju yang sektor industrinya telah berkembang pesat,
investasi perusahaan adalah vollatile yaitu mengalami penurunan dan
peningkatan secara pesat yang merupakan sumber dari fluktuasi kegiatan
perekonomian. Kegiatan perekonomian dan kesempatan kerja tentunya
meningkatkan pendapatan nasional dan taraf hidup masyarakat. Menurut
Sukirno (2000), peranan investasi berkaitan langsung dengan fungsi investasi
yaitu:
1. Investasi merupakan salah satu komponen agregat maka adanya kenaikan
investasi akan menyebabakn kenaikan permintaan agregat yang tentunya
akan berpengaruh terhadap peningkatan kesempatan kerja.
2. Pertambahan modal yang terjadi ketika investasi masuk maka akan
menyebabkan pertambahan produksi di masa yang akan datang sehingga
akan menstimulus prosuksi nasional dan kesempatan kerja

3. Investasi akan diikuti oleh perkembangan teknologi sehingga adanya
kenaikan investasi akan menikkan produktifitas dan pendapatan perkapita
masyarakat.
Investasi merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan suatu
produksi. Tanpa adanya investasi, proses produksi tidak akan berjalan lancar
yang mengakibatkan penurunan pada output keseluruhan. Kenaikan investasi
akan menambah kapasitas produksi dan meningkatkan output baik daerah
maupun nasional. Menurut Waluyo (dalam Lestyowati, 2009:13) pandangan
utama dari teori akselerasi adalah sebagai berikut:
1. Terdapat hubungan yang proporsional diantara jumlah barang modal yang
tersedia dengan tingkat produksi nasional yang dapat diwujudkannya.
2. Kebutuhan untuk meningkatkan produksi di masa depan memerlukan
investasi yang beberapa kali nilainya dari peningkatan produksi yang perlu
dilakukan.
Menurut Deliarnov (1995:104) pengaruh investasi terhadap pendapatan
nasional (output nasional) adalah positif artinya jika investasi meningkat,
maka output nasional juga akan mengalami peningkatan. Sementara itu
menurut Sukirno (2001:367-368) kegiatan investasi memungkinkan suatu
masyarakat terus menerus meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan
kerja, meningkatkan pendapatan nasional dan meningkatkan taraf
kemakmuran rakyat. Peranan ini bersumber dari 3 unsur penting dalam
perekonomian yaitu:

1. Investasi merupakan salah satu komponen dari pengeluaran agregat. Maka
kenaikan investasi akan meningkatkan permintaan agregat dan pendapatan
nasional. Peningkatan seperti ini akan selalu diikuti oleh pertambahan
dalam kesempatan kerja.
2. Pertambahan barang modal sebagai akibat investasi akan menambah
kapasitas memproduksi dimasa depan dan perkembangan ini akan
menstimulir pertambahan produksi nasional dan kesempatan kerja.
3. Investasi selalu diikuti oleh perkembangan teknologi. Perkembangan ini
akan memberi sumbangan penting atas kenaikan produktivitas dan
pendapatan