Hubungan Right Issue Terhadap Return yang Diharapkan (Expected Return) (skripsi dan tesis)

Tujuan pengumuman right issue adalah untuk menarik minat investor untuk membeli saham yang ditawarkan. Pengumuman right issue tentu saja akan menimbulkan perubahan harga naik maupun turun. Investor dalam melakukan investasinya mengharapkan return yang tinggi akan tetapi, realisasinya belum tentu sesuai dengan harapan investor tersebut. Dengan adanya right issue maka harga saham menjadi lebih rendah (murah), sehingga investor akan memanfaatkan peristiwa tersebut untuk membeli saham guna meningkatkan investasinya. Secara tidak langsung, investor berharap besar terhadap saham yang dibelinya untuk mendapatkan return yang besar pula.  I. Teori Yang Berhubungan dengan Informasi Terdapat beberapa teori yang relevan untuk menjelaskan hubungan antara kandungan informasi dari berbagai corporate action dengan perkembangan harga dan risiko saham di pasar modal yaitu (Rahayu, 2010) : 1. Signaling Theory Asumsi utama dalam teori ini adalah bahwa manajer memiliki informasi yang akurat tentang nilai perusahaan yang tidak diketahui oleh investor luar dan manajer adalah orang yang selalu berusaha memaksimalkan insentif yang diharapkannya. Maksudnya adalah manajer umumnya memiliki informasi yang lebih lengkap dan akurat daripada pihak luar perusahaan (investor) mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan. Teori sinyal mengindikasikan bahwa pengumuman dalam hal ini adalah right issue dianggap sebagai suatu sinyal oleh investor yang dapat mempengaruhi nilai saham mereka. Dengan adanya sinyal dari perusahaan menyebabkan investor melakukan antisipasi untuk menentukan investasi yang tepat. 2. Asimetri Informasi Asimetri informasi sebagai informasi privat yang hanya dimiliki investor yang memperoleh informasi. Hal ini mengindikasikan bahwa ada investor yang mempunyai informasi dan ada investor yang tidak mempunyai informasi. Asimetri informasi dapat berada di pasar modal yang mungkin akan mengakibatkan kerugian perusahaan yang menerbitkan saham (emiten). Agar asimetri informasi ini berkurang, perusahaan emiten harus bersedia memberikan informasi yang dimiliki. (Rahayu,2010).