Penerimaan usaha merupakan penerimaan dari semua sumber usaha yang meliputi jumlah penambahan inventaris, nilai penjualan, nilai penggunaan rumah dan yang dikonsumsi. Besarnya penerimaan suatu usaha sangat tergantung pada besarnya produk yang dihasilkan dan harga dari produk tersebut. Oleh karena itu, setiap input (faktor produksi) dalam suatu usaha selalu diiringi dengan harapan peningkatan output (produksi) secara nyata, maka faktor produksi yang bersangkutan tidak perlu digunakan karena dinilai tidak berpengaruh terhadap peningkatan produksi. Penerimaan total dari suatu perusahaan (produsen) adalah hasil kali antara harga per unit produk dengan jumlah produk yang dijual, atau rumusnya adalah sebagai berikut: TR = P x Q Keterangan : TR : Penerimaan total P : Jumlah produksi yang dijual Q : Harga produk per unit Semakin banyak produk yang dihasilkan maka semakin tinggi harga per unit produk bersangkutan, maka penerimaan total yang diterima produsen akan semakin besar. Sebaliknya jika produk yang dihasilkan sedikit dan harganya rendah maka penerimaan total yang diterima oleh produsen semakin kecil. Penerimaan total yang dikeluarkan akan memperoleh pendapatan bersih yang merupakan keuntungan yang diperoleh produsen
