Laki-laki usia dewasa madya menurut Crandell dan kawan-kawan (2012:
512) merupakan waktu untuk bekerja dan berkarir pada masa mempersiapkan
1. CulturalDemand
2. Inner Desire
– Symbol immortality
– need to be needed
5. Commitment
4. Belief
“In the species”
6. Action
– Creating
– maintaining
– offering
3. Concern
(for the next
generation)
7. Narration
dalam membentuk identitas diri, kepercayaan diri, produktivitas dan kreativitas.
Laki-laki yang bekerja pada rentang usia 40-65 tahun, sering ditandai dengan
kepuasan kerja yang lebih tinggi, motivasi kerja positif, bermasyarakat dan
profesional, keahlian, hubungan sosial dengan usia dewasa dan tanggungjawab.
Levinson menyimpulkan dalam teorinya tentang perkembangan laki-laki dewasa
madya bahwasannya pada periode ini merupakan waktu untuk menilai usia dalam
mengembangkan pribadi dewasa, perkembangan kognitif dan membangun
keluarga. Levinson menyimpulkan pula bahwa jenis kelamin menentukan
perbedaan kualitas hidup, walaupaun beberapa wanita bekerja di bidang
lingkungan dan pembangunan. Para peneliti menemukan bahwa banyak laki-laki
dewasa menyukai tinggal diperguruan tinggi lebih lama untuk mempersiapkan
karirnya, menunda pernikahan, memiliki anak dikemudian hari, berbagi dirumah
dan bertanggungjawab terhadap anak, dan mengundurkan diri dikemudian hari
dan hidup lebih lama lagi
