Respesifikasi Model (skripsi dan tesis)

Setelah melakukan uji kecocokan model dan didapat model yang diuji tidak fit maka perlu dilakukan respesifikasi model. Respesifikasi model harus didukung teori karena tujuan dari CB-SEM untuk mengkonfirmasi teori. Apabila model telah direspesifikasi maka model yang baru harus di cross-validated (validasi silang) dengan data yang baru. Apabila model yang dihipotesiskan belum mencapai model yang fit, maka dapat dilakukan respesifikasi model untuk mencapai nilai fit yang baik. Oleh karena itu, pendekatan teori yang benar ketika melakukan respesifikasi model ini dibutuhkan. Respesifikasi model dilakukan dengan memodifikasi program SIMPLIS. Dalam memodifikasi model ada beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu (1) Menghapus variabel teramati yang tidak memenuhi syarat validitas dan reliabilitas yang baik; (2) Memanfaatkan informasi yang terdapat dalam modification indices, yaitu a. menambahan path (lintasan) baru diantara variabel teramati dengan variabel laten dan antar variabel laten; b. menambahan error covariance diantara dua buah error variances