BENTUK UMUM SEM (skripsi dan tesis)

Dalam SEM terdapat beberapa komponen model umum, pertama terdapat 2 jenis variabel yaitu variabel laten dan variabel teramati (Observed atau measured Variable). Komponen model kedua adalah terdapat dua jenis model yaitu model struktural dan model pengukuran. Terakhir terdapat dua jenis kesalahan yaitu kesalahan struktural dan kesalahan pengukuran [3].
1. Variabel a. Variabel laten Variabel laten merupakan suatu konsep yang abstrak dan tidak dapat diukur secara langsung. Variabel laten hanya dapat diamati secara tidak langsung melalui efeknya pada variabel-variabel teramati (observed variabel). Terdapat dua jenis variabel laten yaitu variabel laten eksogen dan variabel laten endogen. Variabel laten eksogen adalah variabel laten yang bebas dan dilambangkan dengan  (ksi), sedangkan variabel laten endogen merupakan variabel laten yang terikat dan sering dilambangkan dengan  (eta). Variabel laten disimbolkan dengan elips atau lingkaran. b. Variabel teramati Variabel teramati adalah variabel yang dapat diamati atau dapat diukur dan sering disebut indikator. Variabel teramati berupa ukuran dari variabel laten. Variabel teramati yang terbentuk dari variabel laten eksogen dilambangkan dengan X, sedangkan yang terbentuk dari variabel laten endogen dilambangkan dengan Y.
2. Model a. Model struktural Model struktural menggambarkan hubungan antar variabel laten. Parameter yang menunjukkan hubungan antara variabel laten eksogen terhadap variabel laten endogen adalah  (gamma). Parameter yang menunjukkan hubungan antara variabel laten endogen terhadap variabel endogen lainnya adala  (beta). b. Model pengukuran Model pengukuran menggambarkan hubungan antara variabel laten dan veriabel teramati. Factor loading yang menghubungkan variabel laten dan variabel teramati dinotasikan  (lambda).
 3. Kesalahan dalam SEM a. Kesalahan struktural Variabel latent bebas tidak dapat secara sempurna memprediksi variabel terikat, sehingga dalam model struktural ditambahkan komponen kesalahan struktural  (zeta). b. Kesalahan pengukuran Variabel-variabel teramati tidak dapat secara sempurna menggambarkan variabel latent, sehingga perlu ditambahkan komponen kesalahan pengukuran. Kesalahan pengukuran yang berkaitan dengan variabel teramati X dinotasikan dengan  (delta), sedangkan yang berkaitan dengan variabel teramati Y dinotasikan dengan  (epsilon)