Pengertian Perilaku Inovatif (skripsi dan tesis)

Perkembangan dari inovasi ini membutuhkan kontribusi dari setiap
individu. Dalam perspektif psikologi organisasi, aktifitas-aktifitas tersebut
dinamakan innovative work behavioral (perilaku inovatif) (Janssen, 2000).
Janssen (2000) mendefinisikan perilaku inovatif sebagai penciptaan, pengenalan dan pengaplikasian gagasan-gagasan baru secara sengaja dalam suatu pekerjaan, kelompok, atau organisasi untuk memperoleh keuntungan dalam kinerja suatu pekerjaan, kelompok atau organisasi. Definisi ini membatasi perilaku inovatif sebagai usaha-usaha yang sengaja dilakukan untuk mendatangkan hasil (outcome) baru yang menguntungkan.
Perkembangan dari inovasi ini membutuhkan kontribusi dari setiap
individu. Oleh karena itu penting untuk memahami tentang aktivitas individu
yang mengarah pada inovasi. Dalam perspektif psikologi organisasi, aktivitas –
aktivitas tersebut dinamakan innovative work behavior atau perilaku inovatif
(Janssen, 2000). Anderson, De Dreu, dan Nijstad (2004) menjelaskan bahwa
Psikologi Organisasi menekankan inovasi pada perspektif individu, termasuk di dalamnya adalah karakteristik individual dan kontekstual yang berpengaruh
terhadap keberhasilan suatu inovasi. Penelitian-penelitian mengenai perilaku
inovatif ini berusaha untuk menjelaskan mengenai perilaku yang indvidu
tunjukkan di lingkungan kerjanya ketika inovasi terjadi
Menurut De Jong & Hartog (2007) menyatakan perilaku inovatif kerja
adalah perilaku yang meliputi eksplorasi peluang dan ide-ide baru, juga dapat
mencakup perilaku mengimplementasikan ide baru, menerapkan pengetahuan baru dan untuk mencapai peningkatan kinerja pribadi atau bisnis. Perilaku inovatif sering dikaitkan dengan kreativitas. Kedua hal tersebut memang berkaitan tetapi memiliki konstrak yang berbeda. Perilaku kreatif adalah proses untuk menghasilkan sebuah ide, gagasan, atau pemikiran baru yang berkaitan dengan produk, servis, proses dan prosedur kerja. Sedangkan perilaku inovatif kerja tidak hanya sekedar menghasilkan ide baru tetapi juga melibatkan proses implementasi terhadap ide tersebut khususnya pada seting pekerjaan (De Jong & Hartog, 2010).
Messman (2012) mengatakan perilaku inovatif kerja adalah jumlah dari
aktivitas kerja fisik dan kognitif yang dilakukan oleh karyawan dalam konteks
pekerjaan mereka, baik sendiri maupun berkelompok untuk mencapai satu
rangkaian tugas yang dibutuhkan untuk tujuan pengembangan inovasi. Dari
sudut pandang pekerja, efektivitas perilaku kerja inovatif berhubungan dengan pengamatan pekerja dalam mengantisipasi permasalahan pekerjaan dan respon rekan kerja terhadap alternatif solusi yang diajukan (De Jong & Hartog 2010).