Sebuah merek dengan tingkat kesadaran yang tinggi serta citra yang baik lebih dapat meningkatkan loyalitas konsumen terhadap merek dan mengingatkan kepercayaan konsumen terhadap produk (Aaker 2012). Loyalitas merek merupakan komitmen konsumen kepada suatu merek dan pemasok berdasarkan sikap yang positif dan tercermin pada pembelian ulang yang konsisten (Aaker, 2013). Menurut (Esmaeilpour 2015), loyalitas merek telah dibagi menjadi dua kategori: kesetiaan perilaku dan sikap. Definisi perilaku dari loyalitas merek merupakan pembelian berulang dari suatu merek seperti jumlah pembelian dan jumlah pengalihan merek telah ditawarkan selama periode waktu. Kesetiaan perilaku saja tidak cukup untuk menjelaskan bagaimana berbagai situasi pembelian merek yang sama oleh konsumen. Jadi, perilaku harus dihadiri dengan sikap positif. Kesetiaan sikap mengacu pada unsur-unsur kognitif yang kuat. Loyalitas afektif juga berdampak pada komitmen dalam hal beberapa nilai unik yang terkait dengan merek.
