Analisis Jalur (skripsi dan tesis)

Analisis jalur atau juga dikenal dengan sebutan path analysis dikembangkan

pertama kali pada tahun 1920-an oleh seorang ahli genetika bernama Sewall Wright

(Kuncoro, 2008, p1). Bohrnstedt (Kusnendi, 2005, p1) mengartikan analisis jalur sebagai

“a technique for estimating the effect’s a set of independent variables has on a

dependent variable from a set of observed correlations, given a set of hypothesized

causal asymetric relation among variables.”

Sedangkan tujuan utama analisis jalur adalah

“a method of measuring the direct influence along each separate path in such a

system and thus of finding the degree which variation of a given effect is determined by

each particular cause.”

Jadi analisis jalur digunakan untuk menganalisis pola hubungan antar variabel

dengan tujuan untuk mengetahui hubungan langsung maupun tidak langsung

seperangkat variabel bebas (eksogen) terhadap variabel terikat (endogen).

Manfaat dari model analisis jalur adalah untuk menjelaskan fenomena yang

diteliti, memprediksi nilai variabel terikat (Y) berdasarkan nilai variabel bebas (X),

faktor determinan yaitu penentuan variabel bebas (X) mana yang berpengaruh dominan

terhadap variabel terikat (Y), juga dapat digunakan untuk menelusuri mekanisme (jalurjalur)

pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y), dan pengujian model

menggunakan metode trimming

Analisis jalur atau juga dikenal dengan sebutan path analysis dikembangkan

pertama kali pada tahun 1920-an oleh seorang ahli genetika bernama Sewall Wright

(Kuncoro, 2008, p1). Bohrnstedt (Kusnendi, 2005, p1) mengartikan analisis jalur sebagai

“a technique for estimating the effect’s a set of independent variables has on a

dependent variable from a set of observed correlations, given a set of hypothesized

causal asymetric relation among variables.”

Sedangkan tujuan utama analisis jalur adalah

“a method of measuring the direct influence along each separate path in such a

system and thus of finding the degree which variation of a given effect is determined by

each particular cause.”

Jadi analisis jalur digunakan untuk menganalisis pola hubungan antar variabel

dengan tujuan untuk mengetahui hubungan langsung maupun tidak langsung

seperangkat variabel bebas (eksogen) terhadap variabel terikat (endogen).

Manfaat dari model analisis jalur adalah untuk menjelaskan fenomena yang

diteliti, memprediksi nilai variabel terikat (Y) berdasarkan nilai variabel bebas (X),

faktor determinan yaitu penentuan variabel bebas (X) mana yang berpengaruh dominan

terhadap variabel terikat (Y), juga dapat digunakan untuk menelusuri mekanisme (jalurjalur)

pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y), dan pengujian model

menggunakan metode trimming