Saham adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang biasa disebut emiten, yang telah terdaftar atau listing di Bursa Efek Indonesia dengan tujuan untuk memperoleh tambahan dana dari para investor guna memenuhi semua kebutuhan usahanya maupun memperluas usahanya. Bagi para investor saham menjadi surat berharga yang menunjukkan tanda kepemilikan terhadap suatu perusahaan, yang porsi kepemilikannya ditentukan oleh seberapa besar saham yang dimiliki oleh investor individu atau badan. Menurut pendapat Jogiyanto (1998) terdapat dua jenis saham yang dikenal khalayak umum dalam pasar modal, yaitu saham biasa (common stock) dan saham preference (preferd stock).
a. Saham biasa (common stock) Saham biasa atau common stock adalah saham yang dijual oleh perusahaan emiten yang besaran kepemilikannya dinyatakan dalam nilai nominal (rupiah, dollar, euro, dan sebagainya) di mana pemegang saham diberikan hak untuk mengikuti RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) dan berhak untuk menentukan membeli right issue atau tidak,
b. Saham Preference (Prefered Stock) Saham preference (prefered stock) atau juga dikenal dengan istilah saham istimewa adalah saham yang dijual oleh perusahaan emiten yang besaran kepemilikannya dinyatakan dalam nominal (rupiah, dollar, euro, dan sebagainya) di mana pemegang saham memperoleh pendapatan tetap dari deviden yang dibagikan kepada para pemegang saham atas keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan. Dalam berinvestasi di pasar modal, para investor mempunyai tipe yang berbeda antara satu dengan yang lain.
Di dalam website danareksa.com masingmasing tipe investor memiliki perbedaan karakteristik yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Defensive Investor dengan tipe defensive, berusaha untuk mendapatkan keuntungan dengan menghindari resiko sekecil apapun dari investasi yang dilakukan. Investor tipe ini tidak mempunyai keyakinan yang cukup dan bahkan enggan untuk berspekulasi, serta lebih memilih untuk menunggu saat-saat yang tepat dalam berinvestasi agar investasi yang dilakukan mendapatkan terbebas dari resiko.
2. Conservative Investor bertipe conservative, biasanya berinvestasi dengan rentang waktu yang cukup panjang untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga. Misalnya, untuk pendidikan anak atau biaya hidup di hari tua. Mereka hanya mengalokasikan sedikit waktu untuk menganalisa dan mempelajari portofolionya. Investor tipe ini cenderung menanamkan investasi dengan keuntungan yang layak saja dan tidak memiliki resiko besar, karena filosofi investasi mereka untuk menghindari resiko.
3. Balanced Investor dengan tipe balanced, merupakan tipe investor yang berhati-hati dalam memilih dan menentukan jenis investasinya. Investor ini selalu mencari perbandingan dan proporsi yang seimbang antara resiko yang dimungkinkan terjadi dengan pendapatan yang dapat diraih.
4. Moderately Aggressive Moderately aggressive, merupakan tipe investor yang cenderung memikirkan kemungkinan terjadinya resiko dan kemungkinan bisa mendapatkan keuntungan. Dalam hal ini, investor dengan tipe moderately aggressive selalu tenang dalam mengambil keputusan investasi karena keputusan yang ditetapkan sudah dipikirkan sebelumnya.
5. Aggressive Investor aggressive, merupakan investor yang sangat teliti dalam menganalisa portofolio yang dimiliki. Investor ini akan mencari dan mengumpulkan semua data mengenai sebuah investasi. Semakin banyak angka-angka dan fakta yang bisa dianalisa adalah semakin baik. Mereka mengharapkan keuntungan yang besar dalam jangka waktu yang pendek. Setiap investor aggressive menyadari bahwa kerugian adalah salah satu resiko yang juga harus diterima ketika berinvestasi.
Para investor yang menginvestasikan dan membelanjakan modal serta asetnya pada pasar modal khususnya saham, akan mendapatkan deviden dan return investasi dalam bentuk capital gain. Di mana deviden adalah pembagian keuntungan yang dibagikan oleh perusahan (emiten) atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Deviden dibagikan kepada para investor setelah mendapat persetujuan pemegang saham mayoritas dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Capital gain merupakan selisih dari harga jual dan harga beli, di mana harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan harga beli. Capital gain terbentuk atas semua aktifitas perdagangan yang ada di pasar
