Pentingnya Dukungan Sosial (skripsi dan tesis)

Dukungan sosial bisa efektif dalam mengatasi tekanan psikologis

pada masa sulit dan menekan. Misalnya, dukungan sosial membantu

mahasiswa mengatasi stresor dalam kehidupan kampus. Dukungan sosial

juga membantu memperkuat fungsi kekebalan tubuh, mengurangi respons

fisiologis terhadap stres, dan memperkuat fungsi untuk merespons penyakit

kronis. (Taylor, dkk., 2009: 555-556).

Hubungan sosial dapat membantu hubungan psikologis, memperkuat

praktik hidup sehat, dan membantu pemulihan dari sakit hanya ketika

hubungan itu bersifat sportif. Dukungan sosial mungkin paling efektif

apabila ia “tidak terlihat”. Ketika kita mengetahui bahwa ada orang lain yang

akan membantu kita, kita merasa ada beban emosional, yang mengurangi

efektivitas dukungan sosial yang kita trima. Tetapi ketika dukungan sosial itu

diberikan secara diam-diam, secara otomatis, berkat hubungan baiik kita,

maka ia dapat mereduksi stres dan meningkatkan kesehatan. (Taylor, dkk.,

2009: 555-556).

Menurut Kumalasari & Ahyani (2012: 25) dukungan sosial selalu

mencakup dua hal yaitu sebagai berikut:

1. Jumlah sumber dukungan sosial yang tersedia, merupakan persepsi

individu terhadap sejumlah orang yang dapat diandalkan saat individu

membutuhkan bantuan (pendekatan berdasarkan kuantitas).

2. Tingkat kepuasan akan dukungan sosial yang diterima yaitu berkaitan

dengan persepsi individu bahwa kebutuhannya akan terpenuhi

(pendekatan berdasarkan kualitas).

Dukungan sosial bukan sekedar pemberian bantuan, tetapi yang

penting adalah bagaimana persepsi si penerima terhadap makna dari bantuan

tersebut. Hal itu erat hubungannya dengan ketepatan dukungan sosial yang

diberikan, dalam arti bahwa orang yang menerima sangat merasakan manfaat

bantuan bagi dirinya karena sesuatu yangaktual dan memberikan kepuasan.

e. Faktor-faktor yang menghambat pemberian Dukungan Sosial

Faktor-faktor yang menghambat pemberian dukungan sosial adalah

sebagai berikut (Apollo & Cahyadi, 2012: 262) :

1. Penarikan diri dari orang lain, disebabkan karena harga diri yang

rendah, ketakutan untuk dikritik, pengaharapan bahwa orang lain tidak

akan menolong, seperti menghindar, mengutuk diri, diam, menjauh,

tidak mau meminta bantuan.

2. Melawan orang lain, seperti sikap curiga, tidak sensitif, tidak timbal

balik, dan agresif.

3. Tindakan sosial yang tidak pantas, seperti membicarakan dirinya

secara terus menerus, menganggu orang lain, berpakaian tidak pantas,

dan tidak pernah merasa puas.