Faktor Kepuasan (skripsi dan tesis)

Pada dasarnya kepuasan kerja dipengaruhi karena adanya beberapa faktor.
Pertama faktor individu, dimana kepuasan kerja dipengaruhi usia, jenis kelamin, pengalaman dan sebagainya. Kedua, faktor pekerjaan, dimana kepuasan kerja dipengaruhi oleh otonomi pekerjaan, kreatifitas yang beragam, identitas tugas, keberartian tugas (task significancy), pekerjaan tertentu yang bermakna dalam organisasi dan lain-lain. Dan ketiga, faktor organisasional, yakni kepuasan kerja dipengaruhi oleh skala usaha, kompleksitas organisasi, formalitas, sentralisasi, jumlah anggota kelompok, lamanya beroperasi, usia kelompok kerja dan kepemimpinan (Robbin, 2006).
Adapun faktor lain dalam organisasi yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan kerja menurut Nahusona et al., (2004) adalah motivasi dan kejelasan peran. Motivasi ini antara lain diperngaruhi oleh tingkat gaji dan fasilitas yang didapatkan, kenaikan pangkat dan penghargaan, kemungkinann untuk maju dan berkembang dalam pekerjaan, pengaruh supervisor atau pemimpin dimana kepuasan kerja yang tinggi dipengaruhi
dengan cara kerja supervisor yang efektif. Sedangkan kejelasan peran diipengaruhi oleh
tugas yang diberikan pada karyawan (otonomi tugas), apabila terlalu berat ataupun
ringan akan mengakibatkan ketidakserasian kerja sehingga karyawan tidak dapat
mengaktualisasikan kemampuannya secara maksimal.
Sebaliknya menurut S. Sararaks dan R. Jamaluddin (1997) dalam penelitiannya
di Malaysia bahwa faktor utama ketidakpuasan kerja adalah status ekonomi,
kemungkinan berkembangnya karir dan tantangan, dan beban kerja yang diterima.